AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Canggih, Ini Teknologi Pengelolaan Limbah MBBR untuk IKN Nusantara

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Minggu, 26 Juni 2022 09:43 WIB
Sebelum dibuang ke sungai, pemerintah berkomitmen agar setiap limbah akan dilakukan pengelolaan terlebih dahulu.
Canggih, Ini Teknologi Pengelolaan Limbah MBBR untuk IKN Nusantara. (Foto: MNC Media)
Canggih, Ini Teknologi Pengelolaan Limbah MBBR untuk IKN Nusantara. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sebelum dibuang ke sungai, pemerintah berkomitmen agar setiap limbah akan dilakukan pengelolaan terlebih dahulu. Dengan demikian, lingkungan yang berada di sekitar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tetap terjaga.

"Air limbah baik black water maupun grey water, yang dihasilkan dari aktivitas domestik perlu diolah terlebih dahulu di IPAL sebelum air efluen dari IPAL tersebut dialirkan ke badan air penerima,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/6/2022).

Basuki menjelaskan salah satu teknologi yang digunakan untuk mengolah air limbah sebelum di kembalikan ke aliran air adalah moving bed biofilm reactor (MBBR). 

Melalui teknologi tersebut nantinya air limbah diolah dengan menggunakan sistem aerasi dan media sehingga air hasil olahannya sudah aman untuk dikembalikan ke lingkungan sesuai dengan Peraturan Menteri LHK No. 68 Tahun 2016. 

Teknologi ini sama seperti IPAL Setiabudi. Nilai Biochemical Oxygen Demand (BOD) diturunkan dari 150-200 mg/liter menjadi dibawah 30 mg/liter, sehingga memenuhi baku mutu dan aman bagi lingkungan. Pengelolaan IPAL secara biologis seperti MBBR ini pasti menghasilkan lumpur. Lumpur yang dihasilkan ini akan diolah lebih lanjut di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja, mengatakan teknologi MBBR untuk pengolahan limbah domestik yang digunakan di IPAL tersebut menjadi salah satu referensi bagi Kementerian dalam penentuan jenis teknologi pengolahan air limbah di Kawasan IKN Nusantara

Selain mengurangi pencemaran, air yang sudah diolah dengan menurunkan nilai BOD, Nitrogen dan Phospor dapat ditampung dalam embung-embung untuk menunjang lansekap Kawasan IKN Nusantara. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD