AALI
8450
ABBA
555
ABDA
0
ABMM
1220
ACES
1315
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2740
ADHI
915
ADMF
7675
ADMG
216
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1380
AGRO
2320
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
70
AIMS
342
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
4050
AKSI
420
ALDO
725
ALKA
272
ALMI
238
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.32
0.34%
+1.54
IHSG
6134.15
0.42%
+25.88
LQ45
865.24
0.36%
+3.06
HSI
24759.28
2.22%
+537.74
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16352.18
1.04%
+167.68
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
806,781 / gram

Catat! Debt Collector Wajib Bawa Dokumen Ini Kalau Mau Tagih Utang

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Senin, 02 Agustus 2021 14:26 WIB
OJK memperingatkan debt collector atau penagih utang untuk selalu membawa dokumen resmi saat menagih cicilan atau utang kepada debitur.
Catat! Debt Collector Wajib Bawa Dokumen Ini Kalau Mau Tagih Utang (FOTO: MNC Media)

IDXChannnel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperingatkan debt collector atau penagih utang untuk selalu membawa dokumen resmi saat menagih cicilan atau utang kepada debitur, agar citra industri pembiayaan lebih baik.

“Dalam pelaksanaan penagihan kendaraan, perusahaan harus memastikan bahwa petugas penagih telah dibekali beberapa dokumen,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank merangkap anggota Dewan Komisioner OJK, Riswinandi Idris, Senin (2/8/2021).

Berikut dokumen yang wajib di bawah debt collector ketika menagih cicilan kepada debiturnya.

1. Dokumen yang Wajib Dibawa
Adapun dokumen yang wajib dibawa debt collector adalah kartu identitas, sertifikat profesi, surat tugas, dan bukti jaminan fidusia.

“Dokumen tersebut harus senantiasa di bawah dan digunakan untuk memperkuat aspek legalitas atau hukum ketika upaya penarikan ini dilakukan,” ujarnya.

Dia tak menampik bahwa debt collector memiliki citra yang kurang baik di mata masyarakat karena sering melakukan penagihan dengan cara-cara yang tak sesuai dengan standar operasional, bahkan menggunakan kekerasan.

2. Debt Collector yang Melanggar Aturan Hukum akan Ditindak Tegas
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan menindak tegas perusahaan pembiayaan yang menggunakan debt collector yang melanggar aturan hukum.

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan, bagi perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan akan disanksi mulai dari peringatan, pembekuan kegiatan usaha, hingga pencabutan izin usaha.

“OJK akan menindak tegas perusahaan pembiayaan yang terbukti melanggar ketentuan yang berlaku. OJK telah memberi sanksi kepada sejumlah perusahaan pembiayaan yang tidak memenuhi ketentuan, baik berupa sanksi peringatan, pembekuan kegiatan usaha, hingga pencabutan izin usaha,” kata Sekar melalui pernyataan tertulis yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (30/7/2021).
 
3. Wajib Menjadi Mitra dan Memiliki Sertifikat Profesi
 
OJK menegaskan kepada seluruh perusahaan untuk memastikan seluruh debt collector wajib memastikan telah menjadi mitra dan memiliki sertifikat profesi tertentu.
 
“Perusahaan pembiayaan yang menggunakan jasa debt collector wajib memastikan seluruh debt collector yang menjadi mitra perusahaan telah memiliki sertifikat profesi dan mengikuti peraturan perundang-undangan dalam proses penagihan kepada nasabah,” ujarnya.
 
4. Pihak Kreditur Harus Lakukan Evaluasi
 
Meskipun pemerintah melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan memperbolehkan perusahaan pembiayaan melakukan kerja sama dengan pihak ketiga untuk menagih pembiayaan, perusahaan pembiayaan sebagai pihak kreditur harus senantiasa melakukan evaluasi atas kebijakan dan prosedur penagihan yang dilakukan oleh pihak ketiga.
 
“Jika memang diperlukan, perusahaan pembiayaan boleh memberikan sanksi tegas kepada pihak ketiga yang melanggar peraturan,” jelasnya.  (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD