AALI
8425
ABBA
555
ABDA
0
ABMM
1235
ACES
1315
ACST
252
ACST-R
0
ADES
2740
ADHI
925
ADMF
7675
ADMG
218
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1380
AGRO
2320
AGRO-R
0
AGRS
248
AHAP
70
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
4080
AKSI
420
ALDO
725
ALKA
272
ALMI
238
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.58
0.39%
+1.80
IHSG
6135.00
0.44%
+26.73
LQ45
865.74
0.41%
+3.56
HSI
24759.28
2.22%
+537.74
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16352.18
1.04%
+167.68
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
806,781 / gram

OJK Tindak Tegas Perusahan Pembiayaan yang Gunakan Debt Collector Pelanggar Hukum

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Jum'at, 30 Juli 2021 10:45 WIB
OJK akan menindak tegas perusahaan pembiayaan yang menggunakan debt collector dan melanggar aturan hukum.
OJK Tindak Tegas Perusahan Pembiayaan yang Gunakan Debt Collector Pelanggar Hukum (Ilustrasi)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mengatakan akan menindak tegas perusahaan pembiayaan yang menggunakan debt collector dan melanggar aturan hukum.

Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot mengatakan bagi perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan akan disanksi mulai dari peringatan, pembekuan kegiatan usaha, hingga pencabutan izin usaha. 

“OJK akan menindak tegas perusahaan pembiayaan yang terbukti melanggar ketentuan yang berlaku. OJK telah memberi sanksi kepada sejumlah perusahaan pembiayaan yang tidak memenuhi ketentuan, baik berupa sanksi peringatan, pembekuan kegiatan usaha, hingga pencabutan izin usaha,” kata Sekar melalui pernyataan tertulis yang diterima MNC News Portal Indonesia, Jumat (30/7/2021)

Sekar menuturkan pihaknya menegaskan kepada seluruh perusahaan untuk memastikam seluruh debt collector wajib memastikan telah memiliki sertifikat profesi tertentu.

“Perusahaan pembiayaan yang menggunakan jasa debt collector wajib memastikan seluruh debt collector yang menjadi mitra perusahaan telah memiliki Sertifikat Profesi dan mengikuti peraturan perundang-undangan dalam proses penagihan kepada nasabah,” ujarnya.

Di sisi lain, Sekar juga mengingatkan debitur agar memiliki itikad baik dalam menyelesaikan kewajiban dan menyampaikan kepada perusahaan pembiayaan jika memiliki kendala dalam pembayaran angsuran. 

“Kita akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap tata cara penagihan yang dilakukan oleh debt collector, bahkan dengan memberlakukan sanksi kepada pihak yang melanggar ketentuan yang berlaku,” tutupnya. (NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD