Angka tersebut secara umum mencerminkan saldo neraca transaksi berjalan kumulatif dari waktu ke waktu.
Kementerian Keuangan Jepang mengatakan, posisi Jerman dan China yang lebih kuat mencerminkan surplus neraca transaksi berjalan yang lebih besar, yang terutama didukung oleh perdagangan.
Pada saat yang sama, pertumbuhan yang lebih lambat dalam posisi aset bersih Jepang juga mencerminkan kenaikan nilai aset domestik yang dipegang oleh investor asing, terutama karena harga saham Jepang menguat dan meningkatkan kewajiban. (Wahyu Dwi Anggoro)