AALI
8850
ABBA
238
ABDA
6025
ABMM
4360
ACES
625
ACST
197
ACST-R
0
ADES
7050
ADHI
765
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3890
AGAR
302
AGII
2360
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
101
AHAP
106
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1585
AKRA
1310
AKSI
326
ALDO
700
ALKA
296
ALMI
386
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.07
-1.26%
-6.84
IHSG
7087.56
-1.27%
-91.02
LQ45
1012.93
-1.24%
-12.70
HSI
18025.82
0.52%
+92.55
N225
26619.53
-1.97%
-534.30
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
792,736 / gram

China–Taiwan Tegang, Berikut yang Harus Diantisipasi Indonesia 

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 18 Agustus 2022 18:24 WIB
Peneliti CIPS ungkap sejumlah hal yang perlu diwaspadai Indonesia jika konflik China-Taiwan berlanjut.
China–Taiwan Tegang, Berikut yang Harus Diantisipasi Indonesia  (Dok.MNC)
China–Taiwan Tegang, Berikut yang Harus Diantisipasi Indonesia  (Dok.MNC)

IDXChannel - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran mengatakan, Indonesia perlu mewaspadai ketegangan antara China dan Taiwan. Sebab, konflik keduanya bisa berdampak pada kinerja perdagangannya.

“Selain konflik Rusia-Ukraina, ketegangan antara China dan Taiwan juga kini tengah menarik perhatian dunia. Konflik geopolitik ini perlu diwaspadai oleh Indonesia mengingat kedua negara tersebut merupakan mitra dagang penting Indonesia dalam dua dekade terakhir,” jelas Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran, Kamis (18/8/2022).

Namun, lanjutnya, perlu digarisbawahi bahwa dampak di sektor perdagangan ini hanya akan terjadi ketika konfliknya meningkat sampai ke level perang dan embargo ekonomi yang lebih luas. 

Pada level seperti saat ini, konflik kedua negara tersebut tidak terlalu berdampak terhadap perdagangan Indonesia dan arus perdagangan ke kedua negara tersebut masih baik-baik saja.

Hasran menjelaskan bahwasanya China merupakan mitra dagang utama Indonesia dengan kontribusi ekspor-impor di atas 20% di tahun 2021. Kontribusi ini menempatkan China sebagai negara tujuan ekspor nomor 1 Indonesia dengan nilai ekspor sebesar USD 53,8 miliar.

Tidak hanya itu, di tahun yang sama, China juga merupakan negara tujuan impor terbesar dengan nilai impor USD 56,3 miliar. 

Adapun komoditas ekspor utama Indonesia ke China di antaranya nikel, batu bara, lignite, minyak nabati, dan baja. Sementara impor Indonesia dari China di antaranya suku cadang alat transmisi, produk dan suku cadang elektronik, bawang putih, serta produk besi baja.

“China juga menjadi bagian dari proyek strategis di Tanah Air, misalnya proyek kereta cepat, smelter, bendungan dan pabrik-pabrik,” tambah Hasran.

Selain dengan China, perdagangan Indonesia dengan Taiwan juga terus tumbuh setiap tahunnya. Di tahun 2021, ekspor Indonesia ke Taiwan bernilai USD 7,0 miliar dan hal ini menempatkan Taiwan sebagai negara tujuan ekspor terbesar ke sembilan bagi Indonesia.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD