Berkat tren ini, gedung perkantoran kelas premium memimpin pemulihan dengan sangat percaya diri, bahkan sukses mengerek tarif dasar sewa rata-rata ke angka Rp347.005 per meter persegi per bulan, menyamai level keemasan sebelum pandemi.
Dari sektor apartemen strata di Jakarta, pengembang terpantau kompak mengerem peluncuran proyek baru demi fokus mengikis sisa inventori, menahan total pasokan di angka 232.000 unit.
Pembeli saat ini didominasi oleh end-user yang memanfaatkan insentif PPN DTP (65 persen transaksi terjadi pada unit siap huni). Di tengah kenaikan suku bunga yang membuat investor tiarap, unit tipe Studio menjadi primadona di 40 persen proyek karena skema cicilan yang masuk akal.
Segmen Hunian Ekspatriat Ketiban Dunian Runtuh Berkat Pelemahan Rupiah
Namun, berbeda dengan segmentasi serviced apartment dan hunian ekspatriat. Melemahnya nilai tukar rupiah justru memberi keuntungan bagi ekspatriat pemegang bujet USD untuk meng-upgrade hunian mereka.
Sektor ini juga mendapat untung dari ekspansi agresif perusahaan asing di bidang minyak, gas, dan pertambangan yang memicu lonjakan permintaan sewa hunian premium berfasilitas lengkap (fully furnished).