IDXChannel - Sektor properti Indonesia menghadapi tekanan baru setelah kenaikan suku bunga mulai menggerus daya beli dan memperlambat permintaan hunian.
Biaya kredit yang lebih mahal, pengetatan pembiayaan, serta melemahnya kepercayaan konsumen membuat prospek pemulihan sektor ini semakin terbatas setelah sempat mendapat dorongan dari kondisi makro yang mendukung sepanjang 2025.
Analis Sucor Sekuritas Cheryl Jennifer Wang dalam riset yang terbit pada 30 Juni 2026 menurunkan rekomendasi sektor properti menjadi underweight dari sebelumnya neutral.
Sucor menilai faktor pendukung yang sebelumnya menopang sektor properti telah berbalik arah, terutama setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin sejak Mei 2026 menjadi 5,75 persen demi menjaga stabilitas rupiah.
Kenaikan suku bunga tersebut berdampak langsung terhadap biaya kredit pemilikan rumah (KPR) dan pembiayaan, sementara permintaan mulai melemah.