sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Sektor Properti Kehilangan Tenaga di Tengah Bunga Tinggi

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
02/07/2026 06:45 WIB
Sektor properti Indonesia menghadapi tekanan baru setelah kenaikan suku bunga mulai menggerus daya beli dan memperlambat permintaan hunian.
Sektor Properti Kehilangan Tenaga di Tengah Bunga Tinggi. (Foto: Magnific)
Sektor Properti Kehilangan Tenaga di Tengah Bunga Tinggi. (Foto: Magnific)

Kondisi ini membuat Sucor memangkas proyeksi laba 2026-2027 untuk sebagian besar emiten properti dalam cakupan analisanya, menurunkan target harga, serta memperkirakan sektor properti tertinggal dari IHSG dalam 12 bulan ke depan.

Tekanan permintaan terlihat dari survei penjualan properti residensial Bank Indonesia (SHPR) yang turun 25,7 persen secara tahunan pada kuartal I-2026. Penurunan tersebut menjadi yang terdalam sejak pandemi Covid-19 dan membalikkan pemulihan singkat yang terjadi pada kuartal IV-2025.

Selain penjualan, sentimen konsumen juga mulai melemah. Indeks kepercayaan konsumen turun dari level tertinggi Januari 2026 sebesar 127 menjadi 121 pada Mei 2026.

Di sisi lain, pertumbuhan harga properti residensial (IHPR) melambat menjadi di bawah 1 persen secara tahunan, menunjukkan terbatasnya kemampuan pengembang untuk menaikkan harga.

Tekanan sektor properti juga tercermin dari memburuknya kualitas kredit. Rasio kredit bermasalah (NPL) sektor real estat naik menjadi 3,22 persen pada April 2026, melampaui level puncak pandemi sebesar 3,18 persen.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement