AALI
8025
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
810
ACES
1355
ACST
216
ACST-R
0
ADES
1845
ADHI
870
ADMF
7975
ADMG
152
ADRO
1310
AGAR
412
AGII
1020
AGRO
1355
AGRO-R
0
AGRS
346
AHAP
64
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
210
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3130
AKSI
468
ALDO
775
ALKA
240
ALMI
254
ALTO
376
Market Watch
Last updated : 2021/06/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.95
-1.6%
-7.48
IHSG
6007.12
-1.01%
-61.33
LQ45
863.16
-1.64%
-14.36
HSI
28801.27
0.85%
+242.68
N225
28964.08
-0.19%
-54.25
NYSE
16411.65
-1.47%
-244.16
Kurs
HKD/IDR 1,850
USD/IDR 14,360
Emas
827,066 / gram

Covid-19 di India Menggila, Kasus Positif Lampaui 24 Juta Kasus

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 14 Mei 2021 16:09 WIB
Jumlah infeksi Covid-19 yang tercatat di India naik melampaui 24 juta kasus pada Jumat (14/5/2021).
Covid-19 di India Menggila, Kasus Positif Lampaui 24 Juta Kasus. (Foto : Reuters)

IDXChannel - Jumlah infeksi Covid-19 yang tercatat di India naik melampaui 24 juta kasus pada Jumat (14/5/2021), di tengah laporan jika mutan virus corona yang sangat mudah menular yang pertama kali terdeteksi di negara itu, menyebar ke seluruh dunia.

Jairo Mendez, seorang ahli penyakit menular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan varian virus B.1.617 India telah ditemukan pada kasus di delapan negara, termasuk Kanada dan Amerika Serikat (AS).

Orang yang terinfeksi oleh varian tersebut termasuk pelancong di Panama dan Argentina yang datang dari India atau Eropa. Di Karibia, kasus varian India telah terdeteksi di Aruba, Dutch St Maarten, dan wilayah Guadeloupe milik Prancis. Strain mutan juga telah terdeteksi di Inggris, serta di Singapura.

"Varian ini memiliki kemampuan penularan yang lebih besar, tetapi sejauh ini kami belum menemukan konsekuensi jaminan apa pun. Satu-satunya kekhawatiran adalah mereka menyebar lebih cepat," ujar Mendez.

Badan kesehatan masyarakat Inggris mengatakan jumlah total kasus yang dikonfirmasi dari varian tersebut telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam seminggu terakhir menjadi 1.313 kasus di seluruh Inggris.

"Kami cemas tentang varian itu-itu telah menyebar. Kami tidak mengesampingkan apa pun," kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Dia mengatakan akan ada pertemuan untuk membahas apa yang harus dilakukan.

Menurut data kementerian kesehatan, India mencatat 4.000 kematian dan 343.144 kasus dalam 24 jam terakhir. Itu adalah hari ketiga berturut-turut dari 4.000 kematian atau lebih, tetapi infeksi harian tetap di bawah puncak 414.188 minggu lalu.

Sementara jumlah total infeksi yang tercatat melebihi 24 juta kasus, jumlah orang yang dipastikan meninggal dunia karena COVID-19 mencapai 262.317 sejak pandemi pertama kali melanda India lebih dari setahun yang lalu. (FHM)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD