AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Covid-19 Kembali Menggila, Sejumlah Negara di Jerman Batalkan Pasar Natal

ECONOMICS
Hasyim Ashari
Minggu, 21 November 2021 06:09 WIB
Situasi dan kondisi kasus penularan infeksi Covid-19 di Jerman sangat serius dan semakin sulit.
Covid-19 Kembali Menggila, Sejumlah Negara di Jerman Batalkan Pasar Natal  (FOTO:MNC Media)
Covid-19 Kembali Menggila, Sejumlah Negara di Jerman Batalkan Pasar Natal (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – Kembali membludaknya angka Covid-19 membuat negara bagian di Jerman seperti Bavaria dan Saxony memutuskan untuk membatalkan seluruh pasar natal mereka imbas dari pembatasan mobilitas. 

Hal tersebut bertujuan agar menahan infeksi virus Corona terus meluas. Menurut keterangan dari Perdana Menteri Negara bagian selatan Bavaria, Markus Soeder mengatakan situasi dan kondisi kasus penularan infeksi Covid-19 di Jerman sangat serius dan semakin sulit. Oleh sebab itu, dia juga memerintahkan untuk menutup sejumlah tempat hiburan seperti klub, bar, dan restoran. 

Sementara itu, negara bagian timur Saxony meluncurkan langkah-langkah serupa dan melangkah lebih jauh dengan menutup semua tempat olahraga dan budaya, melarang pariwisata, konsumsi akohol publik dan hingga melarang toko-toko dan salon. 

Perdana Menteri Saxony Michael Kretschmer mengakui bahwa banyak pembatasan akan mempengaruhi yang divaksinasi juga. Menurutnya tindakan keras diperlukan untuk menjaga rumah sakit agar tidak kewalahan dan menyerukan solidaritas dari semua warga.  

"Kami membutuhkan lebih banyak 'kami' dan lebih sedikit 'saya' dalam pandemi ini," katanya Michael seperti dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (20/11/2021). 

Bavaria dan Saxony merupakan dua di antara daerah yang paling terpukul dalam gelombang ganas keempat Covid-19 yang melanda Jerman. Hal tersebut dikarenakan kedua negara itu memiliki tingkat vaksinasi terendah di Jerman yang hanya di bawah 60 persen dari populasi. 

Sementara itu, Jerman tercatat hingga Jumat (19/11/2021) jumlah kasus terinfeksi Covid-19 menembus hingga 100 ribu orang. Menurut badan kesehatan Robert Koch Institute, angka itu jauh lebih tinggi di Saxony (593,6) dan Bavaria (625,3). 

Sebagai informasi, Jerman telah menjadi tuan rumah sekitar 2.500 pasar Natal setiap tahun, yang disukai oleh pengunjung yang datang untuk menikmati anggur yang sudah matang dan chestnut panggang, serta berbelanja pernak-pernik musiman. 

Menurut laporan Asosiasi Industri Pemilik Kios (BSM) di masa sebelum pandemi, Jerman berhasil menarik sekitar 160 juta pengunjung domestik dan internasional setiap tahun yang menghasilkan pendapatan tiga hingga lima miliar Euro atau sekitar 48 hingga 80 triliun Rupiah.. 

"Ini adalah malapetaka bagi kami," Eleonore Stiegel, yang mengoperasikan stan di pasar Natal di kota bersejarah Bamberg, mengatakan kepada AFP. 

"Kami telah membeli barang dagangan kami dan sekarang tidak memiliki apa-apa untuk tahun kedua berturut-turut," pungkasnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD