AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24042.51
-0.29%
-70.27
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
16950.91
-1.56%
-268.15
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Dalam 30 Tahun Terakhir, Inflasi AS Cetak Rekor Tertinggi

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 11 November 2021 08:31 WIB
Inflasi atau pertumbuhan indeks harga konsumen (IHK) di Amerika Serikat (AS) mencapai level tertinggi dalam 30 tahun terakhir.
Dalam 30 Tahun Terakhir, Inflasi AS Cetak Rekor Tertinggi (FOTO:MNC Media)
Dalam 30 Tahun Terakhir, Inflasi AS Cetak Rekor Tertinggi (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Secara tahunan pada Oktober 2021, inflasi atau pertumbuhan indeks harga konsumen (IHK) di Amerika Serikat (AS) mencapai level tertinggi dalam 30 tahun terakhir. 

Hal ini akibat naiknya biaya energi, kekurangan pasokan, dan peningkatan permintaan konsumen. Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menyebutkan, IHK naik 6,2 persen selama 12 bulan terakhir. Kenaikan tersebut merupakan yang terbesar sejak Desember 1990. Adapun laju inflasi AS meningkat 0,9 persen pada Oktober, lebih besar dibanding September yang tercatat 0,4 persen, dan di atas ekspektasi ekonom.  

"Kenaikan ini berbasis luas, dengan kenaikan indeks harga energi, tempat tinggal, makanan, mobil bekas dan truk, serta kendaraan baru di antara kontributor yang lebih besar," sebut Departemen Tenaga Kerja, dikutip dari The Guardian, Kamis (11/11/2021). 

Indeks harga energi melonjak 4,8 persen selama sebulan karena indeks harga bensin meningkat 6,1 persen dan indeks harga komponen energi utama lainnya juga naik. Indeks harga makanan meningkat 0,9 persen karena indeks harga makanan yang dikonsumsi rumah tangga naik 1 persen.  

Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell pada pekan lalu memperingatkan inflasi akan bertahan lebih lama daripada yang diantisipasi. Fed sebelumnya memperkirakan inflasi hanya sementara, tetapi sangat sulit memprediksi kendala pasokan atau pengaruhnya terhadap inflasi. 

Laporan terbaru menunjukkan, harga naik pada semua kategori, seperti biaya pakaian, suku cadang mobil, tempat tinggal, energi, makanan dan mesin pemotong rumput. Indeks harga energi naik 30 persen selama 12 bulan terakhir, sedangkan indeks harga makanan meningkat 5,3 persen sepanjang tahun. 

Beberapa negara ekonomi besar di seluruh dunia juga mengalami kenaikan harga yang disebabkan oleh tekanan inflasi. Pada Rabu (10/11/2021), inflasi tahunan di China naik menjadi 1,5 persen pada bulan lalu, dua kali lipat dari bulan sebelumya sebesar 0,7 persen. Sedangkan inflasi Jerman mencapai 4,5 persen pada Oktober dibandingkan September sebesar 4,1 persen.  

Sementara itu, Kepala ekonom di Bank of England Huw Pill pada bulan lalu memprediksi, inflasi di Inggris bisa naik di atas 5 persen pada awal tahun depan.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD