"Pada saat mereka investasi mereka tau kok resiko-resikonya apa saja yang harus diperlukan. Tapi yang mereka tidak suka apabila ketidakpastiannya itu tinggi. Itu susah diukur oleh mereka dari segi mitigasi resikonya," tutur dia.
Selain tantangan global, Rosan juga menyoroti persaingan antarnegara dalam menarik investasi. Indonesia kini berkompetisi dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, termasuk dalam menarik investasi data center yang saat ini menjadi sektor strategis.
Meski begitu, Indonesia dinilai memiliki sejumlah keunggulan, antara lain harga listrik yang relatif lebih kompetitif, bonus demografi, serta stabilitas nasional yang tetap terjaga.
"Stabilitas di negara kita juga sangat-sangat bagus, sangat-sangat terjaga. Jadi ya itu semua yang kita tidak boleh terlena tapi terus kita tingkatkan," tutur dia.
(DESI ANGRIANI)