Fase pertama tersebut menelan nilai investasi sebesar Rp109 triliun dan mampu menyerap sebanyak 11.456 tenaga kerja. Sementara itu, Fase II menyusul dengan pelaksanaan groundbreaking pada 29 April 2026, yang secara spesifik melibatkan 10 proyek prioritas di 13 lokasi dengan nilai investasi Rp116 triliun, serta berhasil menyerap 26.377 tenaga kerja.
Secara keseluruhan, 26 proyek ini mencakup beragam komoditas strategis nasional yang sangat dinamis. Di sektor pertambangan, proyek difokuskan pada pembangunan smelter aluminium, baja nirkarat, dan tembaga.
Adapun untuk sektor energi serta pangan, Danantara menggarap fasilitas bioavtur, bioetanol, pengelolaan sawit, kelapa, hingga industri peternakan ayam yang terintegrasi secara modern.
Pemanfaatan seluruh potensi komoditas ini diharapkan tidak hanya menghentikan ekspor bahan mentah semata. Integrasi industri tersebut diposisikan sebagai jembatan untuk mendistribusikan kesejahteraan riil hingga ke tingkat daerah secara merata.
"Dengan percepatan ini, Danantara berkomitmen untuk tidak hanya sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan hilirisasi memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat melalui terciptanya puluhan ribu lapangan kerja baru," ujar Dony.
(Rahmat Fiansyah)