IDXChannel - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara meyakini bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam mendatangkan investasi global.
Pasalnya, Indonesia diyakini memiliki track record investasi yang kuat dan kompetitif di kawasan, dengan dampak nyata terhadap serapan tenaga kerja.
Karenanya, BPI Danantara pun telah menyiapkan sejumlah proyek nasional sebagai prioritas, termasuk di antaranya program pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berfokus pada dorongan industrialisasi dan hilirisasi, seperti yang telah terwujud dengan hadirnya KEK Industropolis Batang, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
"Kawasan industri seperti KEK Industropolis Batang menjadi prioritas pengembangan investasi ke depan, karena memiliki kesiapan ekosistem, dukungan pemerintah, serta kapasitas untuk menarik investasi skala besar yang berkelanjutan," ujar Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, dalam China Conference Southeast Asia 2026, di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Pandu hadir dalam forum internasional tersebut bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Special Envoy of the President of the Republic of Indonesia for Climate and Energy H.E. Hashim S. Djojohadikusumo, serta The Hon Dr Horace Cheung Kwok-kwan, SBS, JP, Deputy Secretary for Justice Government of the Hong Kong Special Administrative Region.
Turut hadir juga para CEO dan pimpinan perusahaan global dari Hong Kong dan China, yang tengah menjajaki peluang investasi di kawasan Asia Tenggara.
Menurut Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut, kawasan yang dikelolanya memang sengaja dirancang sebagai ekosistem industri terintegrasi yang menjawab kebutuhan industri global akan kepastian, efisiensi, dan keberlanjutan.
Menurut Ngurah, KEK Industropolis Batang bukan hanya menawarkan kawasan industri, namun juga sebuah ekosistem yang memastikan kepastian berusaha, kesiapan infrastruktur berstandar internasional, serta dukungan kebijakan yang konsisten.
"Hal ini menjadi fondasi kami dalam menarik investasi berkualitas dan berjangka panjang," ujar Ngurah.
Ngurah juga menegaskan bahwa KEK Industripolis Batang terus berkembang sebagai pusat manufaktur dan logistik strategis yang berorientasi ekspor serta berkontribusi langsung terhadap peningkatan nilai tambah nasional dan penciptaan lapangan kerja.
(taufan sukma)