Arah skema transformasi Danareksa sebagai strategic holding kawasan industri tersebut dibahas secara mendalam dalam pertemuan jajaran pimpinan Danantara bersama Direksi Danareksa baru-baru ini. Dalam pembahasan itu, penataan difokuskan pada optimalisasi entitas bisnis serta pembentukan sumber pendapatan berulang (recurring income) yang berkelanjutan.
"Transformasi mencakup pengembangan tujuh kawasan industri eksisting, optimalisasi aset, penataan entitas non-inti, serta penguatan pendapatan berulang melalui pengembangan utilitas, infrastruktur, dan properti pendukung kawasan," katanya.
Melalui pengelolaan terintegrasi, kata Dony, Danareksa digadang-gadang bisa meningkatkan nilai tambah aset BUMN, memperkuat daya saing kawasan industri, serta mendorong investasi dan industrialisasi Indonesia.
Melalui integrasi tata kelola kawasan industri di bawah satu payung holding ini pula, Danareksa diproyeksikan mengakselerasi penarikan modal asing serta memperkuat kesiapan infrastruktur manufaktur nasional secara komprehensif.
(Dhera Arizona)