AALI
12250
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
3000
ACES
975
ACST
157
ACST-R
0
ADES
5950
ADHI
685
ADMF
8100
ADMG
179
ADRO
3200
AGAR
330
AGII
2000
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1005
AKSI
280
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.27
1.51%
+8.07
IHSG
6914.14
1.07%
+73.37
LQ45
1015.93
1.33%
+13.36
HSI
20112.10
-1.75%
-357.96
N225
26748.14
-0.94%
-253.38
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,358 / gram

Data BI Diduga Bocor, Begini Penjelasan Kemkominfo

ECONOMICS
Intan Rakhmayanti Dewi
Jum'at, 21 Januari 2022 10:56 WIB
Data-data itu dikatakan sebagai hasil retasan kelompok peretas, geng ransomware Conti.
Data BI Diduga Bocor, Begini Penjelasan Kemkominfo (FOTO:MNC Media)
Data BI Diduga Bocor, Begini Penjelasan Kemkominfo (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) merespon terkait adanya kebocoran data Bank Indonesia (BI). 

Juru Bicara Kemkominfo Dedy Permadi mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang telah berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan upaya verifikasi, pemulihan, audit, dan mitigasi sistem elektronik BI. 

Dedy juga meminta para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lainnya yang mengalami gangguan keamanan pada sistem elektronik untuk dapat melakukan koordinasi dengan BSSN. 

BSSN sendiri menjadi lembaga yang berwenang untuk merekomendasikan implementasi teknik keamanan siber, menerapkan ketentuan teknis siber, serta kewenangan lain terkait yang diatur oleh peraturan perundang-undangan. 

"Kementerian Kemkominfo sesuai amanat peraturan perundang-undangan akan terus melakukan pengawasan komitmen dan keseriusan PSE dalam melindungi data pribadi yang dikelolanya dengan memerhatikan kelayakan dan keandalan sistem pemrosesan data pribadi baik dari aspek teknologi, tata kelola, dan sumber daya manusia," ujar Dedy dalam keterangan pers, Jumat (21/1). 

Dikabarkan sebelumnya, peneliti keamanan dark web yang dikenal sebagai Dark Tracer mengungkap kejadian kebocoran data BI ini. 

Data-data itu dikatakan sebagai hasil retasan kelompok peretas, geng ransomware Conti. 

BSSN telah membenarkan adanya kebocoran data yang menimpa BI. Namun yang bocor dipastikan bukan data kritikal. 

Juru Bicara BSSN Anton Setiawan mengatakan serangan tersebut sudah dilaporkan oleh pihak BI pada 17 Desember 2021. 

Kedua pihak langsung melakukan koordinasi untuk melakukan mitigasi terhadap insiden tersebut. 

"Tim BSSN dan BI melakukan verifikasi terhadap konten dari data yang tersimpan. Data yang tersimpan diindikasikan merupakan data milik Bank Indonesia cabang Bengkulu," kata Juru Bicara BSSN Anton Setiawan secara terpisah. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD