Namun, Suahasil menolak anggapan bahwa pemerintah akan kembali memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penghematan MBG saat ini, menurut dia, lebih diarahkan pada peningkatan efisiensi operasional Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk penyesuaian porsi makanan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan penajaman sasaran sekolah penerima.
Sebelumnya, plafon anggaran MBG 2026 telah diturunkan dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun, kemudian diarahkan menjadi di bawah Rp200 triliun.
Hingga Agustus 2026, realisasi penyalurannya tercatat Rp134,2 triliun.
Evaluasi efisiensi juga dilakukan terhadap pengadaan program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes).
Sementara itu, dukungan untuk pendidikan gratis hingga perguruan tinggi negeri melalui Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) masih ditinjau untuk anggaran 2027.