Kementerian Keuangan juga melanjutkan diversifikasi sumber pembiayaan melalui penerbitan obligasi berdenominasi dolar AS, yen Jepang, euro, dolar Australia, serta Panda Bonds.
Rully menilai pendekatan fiskal yang lebih disiplin berpotensi menopang permintaan SBN.
Di sisi lain, pergerakan rupiah dalam jangka pendek diperkirakan lebih dipengaruhi kebijakan moneter BI dan dinamika dolar AS global dibandingkan sinyal dari kebijakan fiskal. (Aldo Fernando)