Pemerintah memandang APBN dan Danantara sebagai dua instrumen yang saling melengkapi.
Suahasil juga tidak menutup kemungkinan dukungan fiskal terhadap proyek-proyek terkait Danantara, termasuk dengan menyinggung proyek Whoosh.
Menurut Rully, tidak mengandalkan transfer satu kali dari Danantara membuat basis penerimaan APBN lebih kredibel.
Target defisit yang lebih rendah juga berpotensi mendukung permintaan terhadap Surat Berharga Negara (SBN) dan membantu menstabilkan outlook peringkat kredit Indonesia.
Namun, keterkaitan APBN dengan Danantara tetap perlu dicermati investor.
Dukungan fiskal terhadap proyek-proyek Danantara berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi yang perlu diperhitungkan dalam menilai risiko fiskal pemerintah.