sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Defisit Neraca Dagang Mei 2026 Capai USD1,61 Miliar, Mendag Sebut Efek Kenaikan Harga Minyak

Economics editor Rohman Wibowo
14/07/2026 14:23 WIB
Mendag Budi Santoso menilai defisit neraca perdagangan Indonesia sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026 merupakan kondisi yang bersifat sementara.
Defisit Neraca Dagang Mei 2026 Capai USD1,61 Miliar, Mendag Sebut Efek Kenaikan Harga Minyak (Foto: Ilustrasi)
Defisit Neraca Dagang Mei 2026 Capai USD1,61 Miliar, Mendag Sebut Efek Kenaikan Harga Minyak (Foto: Ilustrasi)

IDXChannelMenteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menilai defisit neraca perdagangan Indonesia sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026 merupakan kondisi yang bersifat sementara. Menurutnya, pelemahan tersebut terutama dipicu oleh lonjakan nilai impor minyak dan gas bumi (migas) akibat kenaikan harga minyak dunia.

Budi mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir karena secara kumulatif kinerja perdagangan Indonesia sepanjang Januari-Mei 2026 masih mencatatkan surplus.

"Secara kumulatif Januari-Mei 2026 kita surplus USD4,03 miliar. Kemudian ekspornya juga naik 3,02persen, atau periode Januari–Mei 2026 mencapai USD115,36 miliar," ujar Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Menurut Budi, defisit pada Mei terutama disebabkan oleh tingginya nilai impor migas yang mencapai USD3,76 miliar. Sementara itu, sektor nonmigas masih menunjukkan kinerja yang relatif positif.

Dia menjelaskan, kenaikan nilai impor lebih dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat menembus USD100 per barel pada April 2026. Kondisi tersebut menyebabkan nilai impor meningkat meski volume impor justru mengalami penurunan.

"Kenapa bisa defisit? Karena bulan April itu lagi tinggi-tingginya harganya. Padahal volume impornya sebenarnya turun. Volume impor migas dan nonmigas itu lagi turun, tapi nilainya naik karena harga minyaknya lagi pas tinggi, di atas USD100 per barel. Mudah-mudahan Juli bisa membaik lagi karena kalau saya lihat grafiknya sudah mulai turun," kata Budi.

Ia menambahkan, pemerintah optimistis tekanan terhadap neraca perdagangan akan berangsur mereda seiring penurunan harga minyak dunia dalam beberapa waktu terakhir. Dengan demikian, kinerja perdagangan Indonesia diharapkan kembali membaik pada bulan-bulan berikutnya.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement