AALI
9925
ABBA
400
ABDA
6500
ABMM
1555
ACES
1275
ACST
236
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1085
ADMF
7800
ADMG
195
ADRO
1925
AGAR
330
AGII
1485
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
71
AIMS
440
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1070
AKRA
4290
AKSI
400
ALDO
960
ALKA
240
ALMI
246
ALTO
262
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
504.74
-0.54%
-2.76
IHSG
6603.80
0.02%
+1.23
LQ45
945.59
-0.48%
-4.58
HSI
23996.87
0.06%
+13.21
N225
28860.62
1.42%
+405.02
NYSE
0.00
-100%
-16591.97
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,343
Emas
824,868 / gram

Demi 12,5 persen PDB di 2045, Indonesia Berambisi Bangun Ekonomi Maritim

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Kamis, 05 Agustus 2021 17:11 WIB
Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) akan membangun ekonomi maritim yang pesat.
Demi 12,5 persen PDB di 2045, Indonesia Berambisi Bangun Ekonomi Maritim. (Foto: MNC Media)
Demi 12,5 persen PDB di 2045, Indonesia Berambisi Bangun Ekonomi Maritim. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) akan membangun ekonomi maritim yang pesat. Langkah untuk meningkatkan sumbangan ekonomi maritim terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) meningkat dari 6,4 persen di tahun 2015 menjadi 12,5 persen di tahun 2045.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Ayodhia GL Kalake, mengatakan ada beberapa strategi yang akan dilakukan pemerintah demi 12,5 persen PDB tersebut.

"Demi menyambut digitalisasi pelabuhan, kita akan fokus membangun ekonomi maritim dengan fokus pembangunan konektivitas laut yang efisien, industrialisasi perikanan berkelanjutan dan berdaya asing dan pariwisata yang inklusif," kata Ayodhia dalam Webinar Digitalisasi Kepelabuhan HIPMI, Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Ayodhia sebut sektor maritim punya peranan penting mengingat posisi geografis Indonesia diantara dua benua dan dua samudera. Menurut data Kemenko Marves, tiap tahun sekitar 58 persen perdagangan dunia melewati Teluk Melaka, Sunda dan Lombok dengan total nilai perdagangan sebesar USD435 miliar.

"Maka itu pemerintah akan menciptakan sumber daya manusia maritim yang unggul, inovasi teknologi kemaritiman dan budaya maritim yang kuat sebagai basis peradaban bahari," jelasnya.

Selain itu Ayodhia menuturkan bahwa kekuatan maritim Indonesia akan mewujudkan kemampuan keamanan maritim yang kuat dan handal menghadapi tantangan regional dan global.

Untuk itu Ayodhia juga mengimbau masyarakat ikut berperan aktif dalam menangani pandemi. Menurut data World Trade Organization (WTO) menunjukkan bahwa pertumbuhan volume perdagangan dunia pasca-krisis 2008 tidak kembali ke rerata jangka panjangnya terlihat bahwa pertumbuhan setelah tahun 2010 lebih rendah daripada garis tren 1990-2008. 

WTO memproyeksi pertumbuhan volume perdagangan di tahun 2021 sebesar 8 persen dapat lebih tinggi atau rendah dipengaruhi oleh vaksin.

"Kami mengimbau kita disiplin memenuhi apa yang sudah ditetapkan pemerintah seperti vaksinasi, agar kita bisa melewati pandemi sehingga indikator ekonomi makro Indonesia meningkat," pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD