Israel sejauh ini merupakan penerima kumulatif terbesar bantuan luar negeri AS. Sejak tahun 1940-an, Israel telah menerima lebih dari USD300 miliar, dengan sebagian besar dalam bentuk dukungan militer. (Lihat grafik di bawah ini.)

Bantuan dari negeri Paman Sam telah membantu negara tersebut dalam mengembangkan sistem pertahanan rudal dan proyek lainnya.
Alasan utama bantuan luar negeri ini terutama adalah untuk menjamin kepentingan AS di wilayah Timur Tengah. Kondisi ini mengingat kedekatan Israel dengan Suriah di wilayah timur laut, Lebanon yang dipengaruhi Hizbullah di utara, dan pemberontakan Islam di Sinai Mesir di selatan.
Vietnam adalah penerima dukungan keuangan terbesar kedua oleh Washington. Pendanaan dari AS ini digunakan untuk kerja sama ekonomi dan teknologi, dukungan militer, dan bahkan untuk membantu upaya pembersihan dari penggunaan Agen Oranye oleh militer AS di Vietnam selama perang.