Di sektor manufaktur, KEK Kendal memulai pembangunan pabrik PT Hoi Fu senilai Rp1,12 triliun yang berpotensi menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja. Adapun KEK Industropolis Batang memperkuat pengembangan energi hijau melalui penandatanganan dua nota kesepahaman dengan investor Hungaria.
Kemudian, ada sejumlah arah strategis pengembangan KEK sebagai fondasi dalam meningkatkan daya saing investasi nasional yang lebih terintegrasi dan bernilai tambah. Hal tersebut tampak melalui penguatan ekosistem hilirisasi industri, seperti di KEK Galang Batang yang mengintegrasikan produksi 12 juta ton bauksit, 4 juta ton smelter grade alumina (SGA), hingga 2 juta ton aluminium ingot per tahun.
Berikutnya, ada pengembangan ekonomi digital melalui pusat data (data center), Artificial Intelligence (AI), dan konektivitas internasional, termasuk pengoperasian kabel bawah laut Nongsa–Changi Cable sepanjang 50 km berkapasitas 1,6 petabit per detik.
Edwin menammbahkan, KEK juga terus dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan baru di sektor pariwisata, pendidikan, dan pengembangan SDM, antara lain peningkatan kunjungan wisatawan di berbagai KEK pariwisata, kolaborasi KEK Singhasari dengan King's College London, serta pengembangan talenta industri melalui kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan yang didukung alokasi anggaran Rp6,26 triliun untuk program pelatihan vokasi dan kesiapan tenaga kerja.
(Rahmat Fiansyah)