AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Dinkes dan Disdik Cimahi Waspadai Munculnya Hepatitis dari Aktivitas Sekolah

ECONOMICS
Adi Haryanto
Sabtu, 14 Mei 2022 08:00 WIB
Dinas Kesehatan Kota Cimahi melakukan pembahasan langkah-langkah untuk mengantisipasi fenomena penularan hepatitis akut yang sudah merebak.
Dinkes dan Disdik Cimahi Waspadai Munculnya Hepatitis dari Aktivitas Sekolah
Dinkes dan Disdik Cimahi Waspadai Munculnya Hepatitis dari Aktivitas Sekolah

IDXChannel - Dinas Kesehatan Kota Cimahi melakukan pembahasan langkah-langkah untuk mengantisipasi fenomena penularan hepatitis akut yang sudah merebak di sejumlah daerah di Indonesia. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini mengatakan, antisipasinya dengan menyebarluaskan informasi mengenai hepatitis akut tersebut kepada Puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya. 

"Sosialisasi sudah dilakukan, jadi apabila ditemukan ada anak atau pasien yang bergejala serupa, segera ambil tindakan sesuai arahan Kemenkes," sebutnya Jumat (13/5/2022). 

Dikatakannya sejauh ini belum ada warga Kota Cimahi yang dilaporkan terkena hepatitis misterius. Namun pencegahan akan tetap dilakukan pihaknya agar jangan sampai kecolongan.

Salah satu yang menjadi fokus perhatian pihaknya adalah anak sekolah di Kota Cimahi. Sebab berdasarkan informasi, hepatitis akut tersebut lebih rentan terkena terhadap anak dibawah 16 tahun. 

"Kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Apalagi saat ini aktivitas pembelajaran sudah dibuka kembali usai libur lebaran," tuturnya.

Terkait penyebab virus ini, dirinya belum bisa memastikan dari mana. Tetapi melihat pemberitaan sudah ada kejadian di Indonesia, makanya diperlukan kewaspadaan. Sebab itu artinya penyakitnya sudah masuk ke Indonesia. 

Untuk kewaspadaan di lingkungan masing-masing, pihaknya meminta masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Seperti rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan, makan sehat dan bergizi, diusahakan orang tua membawa bekal dari rumah.

"Kalau ada gejala mual muntah, diare yang hebat agar segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jangan takut untuk dibawa ke faskes atau rumah sakit, sebagai antisipasi sejak dini," ujarnya. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD