AALI
9975
ABBA
420
ABDA
0
ABMM
1505
ACES
1300
ACST
240
ACST-R
0
ADES
3080
ADHI
1090
ADMF
7825
ADMG
194
ADRO
1930
AGAR
336
AGII
1440
AGRO
2150
AGRO-R
0
AGRS
193
AHAP
70
AIMS
454
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
970
AKRA
4250
AKSI
402
ALDO
905
ALKA
230
ALMI
246
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.69
0.04%
+0.19
IHSG
6620.27
0.27%
+17.70
LQ45
950.79
0.07%
+0.63
HSI
23989.26
0.02%
+5.60
N225
28722.12
0.94%
+266.52
NYSE
16853.57
1.58%
+261.60
Kurs
HKD/IDR 1,846
USD/IDR 14,405
Emas
826,722 / gram

Dipatok 4,8 Persen dari PDB, Jokowi: Defisit Anggaran 2022 Akan Dikelola dengan Hati-hati

ECONOMICS
Michelle Natalia
Senin, 16 Agustus 2021 13:05 WIB
Pemerintah mematok defisit anggaran tahun 2022 direncanakan sebesar 4,85% terhadap PDB atau Rp868,0 triliun.
Dipatok 4,8 Persen dari PDB, Jokowi: Defisit Anggaran 2022 Akan Dikelola dengan Hati-hati (FOTO:MNC Media)
Dipatok 4,8 Persen dari PDB, Jokowi: Defisit Anggaran 2022 Akan Dikelola dengan Hati-hati (FOTO:MNC Media)

IDXChannel -  Pemerintah mematok defisit anggaran tahun 2022 direncanakan sebesar 4,85% terhadap PDB atau Rp868,0 triliun. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, rencana defisit tahun 2022 memiliki arti penting sebagai langkah untuk mencapai konsolidasi fiskal, mengingat tahun 2023 defisit anggaran diharapkan dapat kembali ke level  paling tinggi 3% terhadap Produk Domestik Bruto. 

"Defisit anggaran tahun 2022 akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman dan dikelola secara hati-hati, dengan menjaga keberlanjutan fiskal," kata Jokowi di Jakarta, Senin (16/8/2021). 

Lanjutnya, komitmen untuk menjaga

keberlanjutan fiskal dilakukan agar tingkat utang dalam  batas yang terkendali. 

"Kita menjaga keberlanjutan fiskal dilakukan agar tingkat utang dalam batas yang terkendali," katanya. 

Pemerintah mengusung tema kebijakan fiskal tahun 2022, yaitu pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural. Pemulihan sosial-ekonomi akan terus dimantapkan sebagai penguatan fondasi untuk mendukung pelaksanaan reformasi struktural secara lebih optimal. 

Reformasi struktural merupakan hal yang sangat fundamental untuk pemulihan dan akselerasi  pertumbuhan ekonomi pascapandemi karena Indonesia bukan hanya harus tumbuh, tapi tumbuh dengan cepat dan berkelanjutan. 

"Untuk itu, produktivitas harus ditingkatkan.Produktivitas akan bisa meningkat bila kualitas SDM," tandasnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD