AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
0.00
-100%
-17099.21
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Dipuji World Bank, RI Jadi Salah Satu Negara Pertama yang Berikan Vaksin Gratis

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Selasa, 21 September 2021 07:33 WIB
Indonesia berhasil menjadi salah satu dari tujuh negara yang berhasil menyuntikan 100 juta vaksin Covid-19.
Indonesia berhasil menjadi salah satu dari tujuh negara yang berhasil menyuntikan 100 juta vaksin Covid-19. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indonesia berhasil menjadi salah satu dari tujuh negara yang berhasil menyuntikan 100 juta vaksin Covid-19. Pencapaian itulah yang membuat Indonesia menjadi sorotan dan menuai pujian dari World Bank

Merangkum dari Instagram Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Selasa (21/9/2021), Indonesia juga menjadi salah satu negara pertama di dunia yang memberikan vaksinasi Covid-19 secara gratis kepada masyarakatnya. Tak hanya itu program vaksinasi diperluas untuk mencakup kelompok usia 12-17 tahun.

Meski sudah cukup baik dalam hal pemberian vaksin, namun Indonesia masih terus berupaya melakukan vaksinasi kepada masyarakatnya hingga kuartal pertama 2022. Pemerintah menargetkan untuk memvaksinasi semua masyarakat dalam upaya menciptakan herd immunity (kekebalan kelompok) untuk mencegah penularan.

Dalam unggahan Menkes Budi, ada dua hal penting menurut World Bank yang membantu Indonesia mencapai 100 juta vaksin. Diantaranya:

1.Tindakan tepat waktu dan tegas

Pentingnya vaksinasi tepat waktu dan bekerja cepat untuk mendapatkan vaksin yang cukup untuk masyarakatnya setelah vaksin tersedia.

2.Pembiayaan yang adaptif, memadai dan fleksibel

Pemerintah Indonesia membuat komitmen yang signifikan untuk sektor kesehatan, pemulihan ekonomi, dan mitigasi dampak sosial. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD