AALI
12150
ABBA
186
ABDA
6250
ABMM
3020
ACES
975
ACST
158
ACST-R
0
ADES
5850
ADHI
690
ADMF
8050
ADMG
180
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1965
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
63
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
895
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
196
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.34
-0.54%
-2.93
IHSG
6883.42
-0.44%
-30.72
LQ45
1011.72
-0.41%
-4.21
HSI
20226.65
0.57%
+114.55
N225
26779.81
0.12%
+31.67
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
876,842 / gram

Ditopang Penjualan dari 162 Gerai, Haus! Cetak Pendapatan Rp250 Miliar

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Selasa, 25 Januari 2022 17:28 WIB
Startup yang bergerak di bidang makanan dan minuman (F&B), Haus!, membukukan pendapatan sebesar Rp250 miliar pada 2021.
Ditopang Penjualan dari 162 Gerai, Haus! Cetak Pendapatan Rp250 Miliar. (Foto: MNC Media)
Ditopang Penjualan dari 162 Gerai, Haus! Cetak Pendapatan Rp250 Miliar. (Foto: MNC Media)

IDXchannel - Dengan ditopang dari penjualan yang dilakukan 162 gerai, startup yang bergerak di bidang makanan dan minuman (F&B), Haus!, membukukan pendapatan sebesar Rp250 miliar pada 2021.

Dengan hasil tersebut, maka penghasilan yang diperoleh dari 162 gerai Haus! secara rerata mencapai Rp6,5 juta per harinya.

CEO & Co-Founder Haus! Gufron Syarif mengatakan pertumbuhan bisnis Haus! yang berkelanjutan merupakan salah satu target perusahaan yang ingin dijaga.

“Sejak didirikan pada tahun 2018, Haus! ingin menjadi perusahaan yang tumbuh secara berkelanjutan dengan misi untuk menyebarkan kebahagiaan lewat segelas minuman," ujar Gufron dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/1/2022).

Berbeda dengan startup F&B sejenis, Dia menjelaskan, Haus!'tidak menerapkan sistem franchise (waralaba) dalam ekspansi bisnisnya, tetapi seluruh gerai dimiliki atau dikelola penuh oleh manajemen Haus!.

“Dengan menerapkan sistem seperti ini, kami dapat menghadirkan pengalaman yang terbaik bagi pelanggan lewat produk dan layanan Haus! karena manajemen memiliki kendali penuh terhadap setiap gerai yang beroperasi,” jelas Gufron.

Dalam tiga tahun perjalanannya, Haus! telah menjangkau sejumlah kota di Indonesia, bahkan hingga kota di luar Jabodetabek seperti Surabaya, Bandung, Jogja, Solo, Karawang, Serang, dan Cilegon yang cukup antusias terhadap produk Haus!.

“Kami sangat gembira dengan animo masyarakat Indonesia yang menilai kualitas produk kami tidak kalah dengan kompetitor sejenis yang bermain di segmen lebih premium,” kata Gufron.

Gufron juga menilai dengan meningkatnya tren pesan antar makanan dan minuman secara online, turut berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan penjualan Haus! sebesar 54,5 persen dari Rp156 miliar pada tahun 2020 menjadi Rp 250 miliar.

“Haus! sendiri memiliki basis pelanggan yang cukup kuat di wilayah non perkotaan. Gerai yang berada di kota seperti Sukabumi, Gresik, dan Sidoarjo misalnya, volume transaksi penjualannya tidak kalah dengan gerai kami yang ada di Jabodetabek. Oleh sebab itu Haus! juga akan terus berekspansi ke kota tier 2, tier 3 dan tier 4 untuk menjadi brand minuman favorit bagi seluruhmasyarakat Indonesia,” kata Gufron. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD