sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dongkrak Serapan Komponen Lokal, Kemenperin Fasilitasi Temu Bisnis IKM Otomotif dan APM

Economics editor Kurnia Nadya
12/06/2026 15:26 WIB
Akselerasi rantai pasok domestik ini dinilai kian krusial mengingat adopsi kendaraan berbasis baterai di Indonesia tengah melesat tajam.
Dongkrak Serapan Komponen Lokal, Kemenperin Fasilitasi Temu Bisnis IKM Otomotif dan APM. (Foto: Istimewa)
Dongkrak Serapan Komponen Lokal, Kemenperin Fasilitasi Temu Bisnis IKM Otomotif dan APM. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Kementerian Perindustrian memfasilitasi pertemuan bisnis antara Agen Pemegang Merek (APM) dan para pelaku industri kecil menengah (IKM) komponen otomotif. Kemitraan ini diharapkan meningkatkan penyerapan produk lokal (TKDN). 

Akselerasi rantai pasok domestik ini dinilai kian krusial mengingat adopsi kendaraan berbasis baterai di Indonesia tengah melesat tajam sepanjang awal tahun ini. 

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal I-2026 menembus 33.150 unit atau meroket 95,9 persen secara tahunan (year-on-year). 

Pertumbuhan masif ini juga diikuti oleh perluasan populasi motor listrik yang tercatat mencapai 236.451 unit pada Februari 2026 dan populasi bus listrik yang menyentuh angka 798 unit hingga April 2026. 

Sektor ini pun kian kokoh berkat sokongan infrastruktur pengisian daya dari PT PLN (Persero) yang telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 3.097 titik di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Industri, Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menyampaikan bahwa perkembangan kendaraan listrik di Indonesia membuka peluang emas bagi IKM nasional untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar. 

Untuk menjembatani kemitraan secara konkret, Ditjen IKMA melaksanakan kegiatan temu bisnis di dua sektor utama. Untuk sektor roda dua yang digelar di Kota Bekasi pada 7 Mei 2026, Kemenperin menggandeng PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan melibatkan 60 IKM komponen. 

Pertemuan tersebut berhasil membuahkan tindak lanjut penjajakan kerja sama pasokan komponen otomotif dengan sejumlah asosiasi IKM lokal, seperti PIELLOT Tegal, PIKKO, dan APEK Karawang. 

Di samping itu, PT Pindad (Persero) selaku pelaksana utama Proyek Strategis Nasional Mobil Nasional juga turut berdiskusi untuk melibatkannya dalam rantai pasok proyek mobil nasional.

Sementara itu, untuk sektor kendaraan listrik roda empat atau lebih, kegiatan temu bisnis dilaksanakan di Kabupaten Bekasi pada 22 Mei 2026 dengan menggandeng pabrikan mobil listrik asal China, Wuling (PT SGMW Motor Indonesia), serta produsen bus dan truk listrik VKTR (PT VKTR Teknologi Mobilitas). 

Sebanyak 70 IKM komponen alat angkut dipertemukan langsung untuk menjajaki peluang penyediaan komponen lokal berkualitas tinggi bagi kendaraan listrik roda empat hingga angkutan berat. 

Reni menegaskan bahwa temu bisnis ini merupakan jembatan nyata agar IKM dalam negeri tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri, tetapi juga mampu menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri kendaraan listrik domestik maupun global. 

Selain memfasilitasi kemitraan, Ditjen IKMA kini gencar menggulirkan program pelatihan teknis perbengkelan guna meningkatkan kompetensi dan pemahaman standar keselamatan kerja pelaku IKM dalam menyongsong era transisi energi global.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa pengembangan industri kendaraan listrik tidak boleh hanya bertumpu pada investasi berskala besar, melainkan juga harus memberikan ruang yang luas bagi pelaku IKM.

Menurut Agus, pertumbuhan industri kendaraan listrik yang terus meningkat perlu diimbangi dengan penguatan rantai pasok domestik guna mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih. 

(Eugenia Siregar)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement