sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dorong Ekonomi, THR ASN dan TNI/Polri Bakal Disalurkan Awal Ramadan

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
14/02/2026 01:00 WIB
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mempercepat penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri.
Kemenkeu akan mempercepat penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)
Kemenkeu akan mempercepat penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)

IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mempercepat penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri dari sebelumnya pertengahan atau menjelang Lebaran menjadi awal Ramadan.

"(THR) Ada pasti nanti, tapi saya enggak tahu tanggal pastinya. Yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan," ujar Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Purbaya menyebutkan, nominal angka THR yang akan diberikan kepada ASN akan mengikuti ketentuan yang berlaku. Dia belum spesifik menyebut besaran THR yang akan diterima ASN pada lebaran tahun 2026 ini, termasuk apakah hanya gaji pokok saja atau ditambah tunjangan kinerja (tukin).

Dia menjelaskan  pemberian THR di awal puasa ini bertujuan mendongkrak konsumsi masyarakat di kuartal I-2026. Selain itu, pemberian THR di awal Ramadan juga diharapkan mendorong masyarakat untuk melaksanakan mudik lebih awal dan bisa memecah konsentrasi kepadatan arus mudik.

Sebelumnya, pemerintah berencana untuk menggelontorkan belanja negara sebesar Rp809 triliun di kuartal I 2026 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di angka 5,5 hingga 6 persen. Salah satu strateginya adalah mendorong konsumsi dan belanja pemerintah.

Anggaran Rp809 triliun ini mencakup program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 62 triliun, THR ASN dan TNI/Polri Rp55 triliun, berbagai paket stimulus, serta belanja modal yang mendorong konsumsi dan investasi. Purbaya menekankan kebijakan fiskal tahun ini dirancang ekspansif namun tetap prudent. Defisit anggaran dijaga di kisaran 2,9-3 persen dari PDB.

"Jadi kita sedikit mengorbankan fiskal dalam sisi defisit dari 2,5 persen sekian ke arah 2,9 persen. Itu adalah program counter-cyclical yang kita kerjakan untuk membalik ekonomi dari yang turun, sekarang jadi mulai naik. Tapi itu kita lakukan tanpa mengorbankan kehati-hatian fiskal," ujar Purbaya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement