AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Dorong Evaluasi PTM di Saat Covid-19 Meroket, MPR: Demi Melindungi Anak-anak

ECONOMICS
Kiswondari Pawiro
Senin, 07 Februari 2022 07:13 WIB
Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKB, Jazilul Fawaid, ikut mendorong agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di semua jenjang sekolah dievaluasi.
Dorong Evaluasi PTM di Saat Covid-19 Meroket, MPR: Demi Melindungi Anak-anak. (Foto: MNC Media)
Dorong Evaluasi PTM di Saat Covid-19 Meroket, MPR: Demi Melindungi Anak-anak. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKB, Jazilul Fawaid, ikut mendorong agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di semua jenjang sekolah dievaluasi. Langkah ini dilakukan demi melindungi anak-anak dari penyebaran Covid-19.

Evaluasi penting dilakukan sebab untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19, khususnya varian Omicron yang saat ini mewabah telah mengakibatkan munculnya gelombang 3 Covid.

“Demi kebaikan semua dan melindungi anak-anak sekolah maka sepakat perluya dievaluasi PTM,” kata Jazilul kepada wartawan, dikutip Senin (7/2/2022).

Jazilul menjelaskan, dalam evaluasi PTM, masing-masing daerah menerapkan standar yang tidak sama dan disesuaikan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), sehingga ada daerah yang menutup total, ada juga yang tetap menjalankan PTM dengan kapasitas 50%. Meski PTM dievaluasi, ia mendorong proses pendidikan tetap berjalan.

“Yang masih memberi kapasitas 50%, syukur, yang tutup total harus dilakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Gus Jazil ini juga mendorong pendidikan tetap berlangsung, baik dengan pengurangan kapasitas PTM di sekolah, maupun PJJ. Sebab pendidikan bagi anak-anak sangat penting. Sebagai generasi penerus bangsa, anak-anak perlu dibekali untuk menghadapi masa depan.

“Bila pendidikan terhenti maka akan bisa menyebabkan lost learning dan lost genaration. Ini yang kita khawatirkan,” ucap Jazilul.

Selama pandemi, kata dia, pemerintah pernah menerapkan PJJ. Meski masih ada kekurangan di sana-sini, cara yang demikian disebut sebagai solusi ketika masyarakat diminta tidak membuat kerumunan.

“Kita harus tetap mencari langkah untuk mengatasi batasan-batasan di masa pandemi,” ujar pria asal Pulau Bawean, Jawa Timur, itu.

“Nah, PJJ merupakan langkah yang tepat di tengah masa pembatasan untuk tetap bisa menyelenggarakan pendidikan,” imbuhnya.

Apalagi, Jazilul menambahkan, orangtua dan anak  telah mempunyai pengalaman dengan PJJ. Dengan pengalaman yang ada, dirinya yakin orangtua dan anak tetap siap ketika PJJ diberlakukan kembali.

“Ayo kita tetap semangat dalam proses pendidikan,” pesannya.

Selain tetap mendukung proses pendidikan berlangsung, ia pum mendorong agar pemerintah terus memasifkan vaksin kepada anak-anak. Dengan vaksin akan membuat anak kebal dari Covid atau mengurangi tingkat keparahan bila terdampak.

“Vaksin kepada anak telah dilakukan, nah ini harus kita terus dorong untuk dimasifkan,” pungkasnya.  (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD