Pada saat yang sama, proses administrasi dan pelaksanaan pekerjaan akan dijalankan secara paralel agar target penyelesaian proyek pada tahun ini dapat tercapai.
"Di dalam penyelesaian administrasi itu sendiri, karena ini harus segera, target sesuai dengan tahun ini, maka proyek ini akan segera dikerjakan," katanya.
Dudung melanjutkan, penguatan koordinasi lintas sektor terus dilakukan sebagai bagian dari tugas lembaga tersebut dalam mengawal pelaksanaan program prioritas Presiden.
Langkah itu ditempuh untuk membantu mengatasi berbagai hambatan implementasi di lapangan sehingga Program Strategis Nasional dapat berjalan tepat waktu, sesuai ketentuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, Dudung mengatakan pembangunan Mother Station CNG di Tanjung Enim diharapkan memberikan dampak ekonomi secara langsung melalui pembukaan lapangan pekerjaan.
"Yang paling dominan dirasakan pasti adalah membuka lapangan pekerjaan, kemudian ketahanan energi nasional," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT PGN Arief K. Risdianto mengatakan, dukungan KSP penting dalam mengawal optimalisasi gas domestik, khususnya pengembangan Coalbed Methane (CBM) Tanjung Enim dan infrastruktur penyaluran di Pagardewa.
"Dengan infrastruktur dan pengalaman yang dimiliki PGN sebagai Subholding Gas Pertamina, kami siap menjalankan peran sebagai penghubung antara potensi pasokan gas domestik dengan kebutuhan energi nasional," kata Arief.
(Nur Ichsan Yuniarto)