AALI
8475
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4210
ACES
615
ACST
185
ACST-R
0
ADES
7225
ADHI
745
ADMF
8300
ADMG
165
ADRO
4080
AGAR
306
AGII
2250
AGRO
575
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
101
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
322
ALDO
680
ALKA
290
ALMI
388
ALTO
174
Market Watch
Last updated : 2022/10/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.54
-0.28%
-1.53
IHSG
7075.39
0.04%
+3.13
LQ45
1011.63
-0.3%
-3.01
HSI
18087.97
5.91%
+1008.46
N225
27120.53
0.48%
+128.32
NYSE
0.00
-100%
-13855.72
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,210
Emas
837,370 / gram

DPR Ingatkan Jokowi Hati-hati Kendalikan Harga BBM

ECONOMICS
Achmad Al Fiqri
Senin, 15 Agustus 2022 11:16 WIB
Pemerintah sudah beberapa kali menyampaikan peringatan atas tingginya beban subsisi BBM terhadap APBN.
DPR Ingatkan Jokowi Hati-hati Kendalikan Harga BBM. (Foto: MNC Media)
DPR Ingatkan Jokowi Hati-hati Kendalikan Harga BBM. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah sudah beberapa kali menyampaikan peringatan atas tingginya beban subsisi BBM terhadap APBN. Namun, anggota DPR mengingatkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap berhati-hati dalam mengendalikan pasokan bahan bakar di masyarakat.

Anggota Komisi VII DPR Mulyanto mengingatkan pemerintah untuk hati-hati dalam mengendalikan harga dan ketersediaan BBM. Mulyanto berharap, pemerintah dapat menjamin ketersediaan BBM dengan harga yang terjangkau.

"Pemerintah harus ekstra hati-hati dalam mengendalikan ketersediaan dan keterjangkauan harga BBM di tengah tingkat inflasi yang tinggi sekarang ini. Khususnya untuk BBM bersubsidi seperti solar dan Pertalite yang digunakan masyarakat luas," kata Mulyanto dalam keterangannya Senin (15/8/2022).

Menurutnya, pemerintah perlu menjamin ketersediaan BBM dengan harga terjangkau. Apalagi keberadaan Covid-19 masih menyisakan dampak bagi perekonomian rakyat.

Menurutnya, kenaikan harga BBM bersubsidi memiliki pengaruh kuat dan efek berantai pada kenaikan harga barang dan jasa. Ia merasa, kesalahan pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat terhadap BBM bersubsidi berpotensi membuat inflasi semakin tidak terkendali.

"Kenaikan BBM dan LPG non subsidi saja ternyata memiliki andil yang signifikan bagi kenaikan inflasi di bulan Juli 2022 lalu. Apatah lagi kalau yang naik adalah BBM bersubsidi," katanya.

"Pemerintah harus ekstra hati-hati soal ini, karena inflasi dari kelompok bahan makanan ini tidak dapat diatur oleh pemerintah. Selain itu, kelompok bahan makanan ini adalah komponen barang yang langsung terkait dengan perut masyarakat," imbuh Mulyanto. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD