AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Dubes Roslan Optimis Target USD60 Miliar Perdagangan RI-AS Tercapai

ECONOMICS
Heri Purnomo
Sabtu, 14 Mei 2022 01:13 WIB
Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Rosan Roeslani meyakini Indonesia bisa mencapai target peningkatan nilai perdagangan hingga USD60 miliar dengan AS.
Dubes Roslan Optimis Target USD60 Miliar Perdagangan RI-AS Tercapai. (Foto: MNC Media)
Dubes Roslan Optimis Target USD60 Miliar Perdagangan RI-AS Tercapai. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Amerika Serikat (AS) Rosan Roeslani meyakini Indonesia bisa mencapai target peningkatan nilai perdagangan hingga USD60 miliar dengan AS pada 2024.

“Kita lihat dari perdagangan kita, itu mencapai target 60 miliar dolar pada 2024. Jadi tinggal dua tahun lagi. Tapi kalau dilihat dari trennya insyaAllah ini bisa tercapai ini pada tahun 2024 dan di 2025,” ungkap dia dalam keterangan pers di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (13/5/2022).

Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena Indonesia memiliki banyak daya tarik. Mulai dari bonus demografi, jumlah populasi, skala bisnis dan juga posisi Indonesia sebagai Presiden G20 pada tahun ini.

"Tidak hanya dari segi potensi, tetapi juga dari segi kebijakan Indonesia yang makin meningkat yang menyebabkan invesment friendly," jelas Rosan.

Selain itu, Rosan juga menyampaikan para pengusaha di AS menyambut baik Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja. Produk legislasi itu dinilai mencerminkan keberlanjutan reformasi struktural perekonomian di Indonesia.

“Efek dari Omnibus Law ini luar biasa dari segi perdagangan dan investasi, dan itu sangat diapresiasi dari berbagai pihak, sektor swasta, pemangku kepentingan dan tentunya dunia usaha,” ujarnya.

Rosan menambahkan dalam kerja sama perdagangan dengan AS pada 2021 mengalami peningkatan kurang lebih 36 persen. Dari kenaikan tersebut total perdagangan dengan AS mencapai USD37 miliar. 

"jadi totalnya kita dengan Amerika itu ada USD37 miliar dengan peningkatan 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya dari segi perdagangan. Dan tren ini sedang meningkat di 2022," tutupnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD