AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Dugaan Hacker China Bobol Server 10 Lembaga RI, BIN Klaim Situsnya Aman

ECONOMICS
Riezky Maulana
Selasa, 14 September 2021 11:13 WIB
Terkait dugaan pembobolan server pemerintahan oleh hacker China, Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) menyebut situs BIN dalam kondisi aman.
Dugaan Hacker China Bobol Server 10 Lembaga RI, BIN Klaim Situsnya Aman (Dok.MNC Media)
Dugaan Hacker China Bobol Server 10 Lembaga RI, BIN Klaim Situsnya Aman (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto menyebut pihaknya kini telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait kebenaran informasi peretasan server BIN maupun 9 intansi lainnya. Sampai dengan saat ini, situs BIN diklaim dalam kondisi aman.

"Hingga saat ini server BIN masih dalam kondisi aman terkendali dan tidak terjadi hack sebagaimana isu yang beredar bahwa server BIN diretas hacker asal China," tutur Wawan melalui keterangan tertulis, Selasa (14/9/2021).

Wawan menjelaskan, BIN selalu melakukan pengecekan secara berkala terhadap sistem berjalan, termasuk server. Tujuannya, kata dia, untuk memastikan bahwa server tersebut tetap berfungsi sebagaimana mestinya. 

"Serangan siber terhadap BIN adalah hal yang wajar, mengingat BIN terus bekerja untuk menjaga kedaulatan NKRI dan mengamankan kepentingan nasional rakyat Indonesia," katanya.

Dia mengatakan, BIN melakukan kekerja sama dengan BSSN, Kominfo serta lembaga pemerintah lain untuk memastikan jaringan BIN dalam aman dan bebas dari peretasan. Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak langsung mempercayai kabar tersebut.

"Tetap melakukan check, recheck, dan crosscheck atas informasi yang ada di masyarakat. Hal ini perlu dilakukan mengingat sebelumnya juga muncul isu hoaks kebocoran data eHAC," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, hacker asal China diduga menembus jaringan internal kementerian dan lembaga Republik Indonesia. Tak main-main, jumlahnya mencapai 10 kementerian dan lembaga, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN).

Penyusupan tersebut ditemukan oleh Insikt Group, divisi penelitian ancaman Recorded Future.Dikutip dari laman The Record, Minggu (12/9/2021), penyusupan ini dikaitkan dengan kelompok yang disebut Mustang Panda. 

Mereka merupakan kelompok yang berasal China yang memiliki kampanye spionase siber dengan menargetkan kawasan Asia Tenggara. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD