AALI
12300
ABBA
183
ABDA
0
ABMM
3210
ACES
1005
ACST
164
ACST-R
0
ADES
4810
ADHI
680
ADMF
8150
ADMG
166
ADRO
3120
AGAR
350
AGII
1925
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
118
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
162
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1050
AKSI
232
ALDO
930
ALKA
300
ALMI
274
ALTO
190
Market Watch
Last updated : 2022/05/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.22
-0.53%
-2.88
IHSG
6830.60
0.55%
+37.19
LQ45
1009.96
-0.59%
-6.04
HSI
20082.33
-2.72%
-561.95
N225
26349.61
-2.09%
-561.59
NYSE
15044.52
-3.2%
-497.38
Kurs
HKD/IDR 1,874
USD/IDR 14,725
Emas
858,911 / gram

Soal Dugaan Hacker China Bobol Keamanan Siber RI, BSSN: Sudah Kami Pantau

ECONOMICS
Intan Rakhmayanti
Senin, 13 September 2021 09:27 WIB
Menanggapi dugaan peretasan data di 10 lembaga pemerintah, Juru Bicara BSSN buka suara.
Soal Dugaan Hacker China Bobol Keamanan Siber RI, BSSN: Sudah Kami Pantau (Dok.MNC Media)
Soal Dugaan Hacker China Bobol Keamanan Siber RI, BSSN: Sudah Kami Pantau (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Laporan dari Insikt Group menyatakan adanya dugaan peretasan di 10 kementerian lembaga pemerintah Indonesia. Tindakan itu disebut dilakukan oleh Mustang Panda Group, peretas asal China.

Menanggapi hal ini Juru Bicara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Anton Setiawan mengatakan, hal tersebut sudah menjadi pantauan BBSN. Kendati demikian, ia tak menyebutkan sampai mana pantauan yang sudah dilakukan oleh pihaknya.

Selain itu, BSSN juga melakukan langkah utama yakni dengan memberi peringatan dan imbauan keamanan kepada kementerian dan instansi pemerintah lainnya.

"Ya, hal tersebut sudah menjadi pantauan BSSN, langkah utama yang kita lakukan adalah memberikan peringatan dan imbauan keamanan kepada kementerian dan  instansi pemerintah lainnya," ujar Anton saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (13/9/2021).

Sementara itu menurut pakar keamanan siber Pratama Persadha,  belum diketahui persis kebenaran dari informasi yang diberikan. Jadi bisa saja ini baru klaim sepihak. Menurutnya masih perlu menunggu bukti yang ada.

"Kalau mereka sudah share bukti peretasannya seperti data dan biasanya upaya deface, baru kita bisa simpulkan memang benar terjadi peretasan," katanya dalam keterangan tertulis.

Adapun 10 kementeriannya disebutkan juga masih belum jelas apa saja. Namun bila ini spionase antar negara, memang bukti akan lebih sulit untuk didapatkan, karena motifnya bukan ekonomi maupun popularitas.

Chairman lembaga riset keamanan siber CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) ini, mengatakan laporan seperti ini tetap bagus sebagai trigger.

Utamanya bagi semua kementerian dan lembaga pemerintah di Indonesia  agar mulai cek-cek sistem informasi dan jaringannya.  

Pihak kementerian dan lembaga bisa melakukan security assessment di sistemnya masing-masing. Perkuat pertahanannya, upgrade SDM nya, dan buat tata kelola pengamanan siber yang baik di institusinya masing-masing.
 
(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD