AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Dugaan Penipuan CPNS, Anak Nia Daniaty Bawa Kabur Uang Korban hingga Rp9,7 Miliar

ECONOMICS
Erfan Maruf
Jum'at, 24 September 2021 20:58 WIB
Anak penyanyi lawas Nia Daniaty, Olivia Nathalia dan suaminya Rafly Noviyanto dilaporkan ke Polisi atas dugaan tindak pidana penipuan
Dugaan Penipuan CPNS, Anak Nia Daniaty Bawa Kabur Uang Korban hingga Rp9,7 Miliar (FOTO:MNC Media)
Dugaan Penipuan CPNS, Anak Nia Daniaty Bawa Kabur Uang Korban hingga Rp9,7 Miliar (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Anak penyanyi lawas Nia Daniaty, Olivia Nathalia dan suaminya Rafly Noviyanto dilaporkan ke Polisi atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan serta pemalsuan surat modus penawaran posisi PNS. Terdapat 225 korban dalam kasus tersebut. 

Kedua terlapor diduga melakukan penipuan dengan kedok penawaran posisi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di beberapa tempat lembaga. Namun terlapor meminta memberikan syarat pembayaran bisa sejumlah uang.  

"Terlapornya inisialnya Oi dan Raf, Oi adalah anak penyanyi lawas dengan inisial ND," kata kuasa hukum para korban, Odie Hudianto di Polda Metro Jaya, Jumat (24/9/2021). 

Setelah para korban membayar, kedua terlapor ini mengirimkan surat keterangan (SK) palsu terkait pengangkatan jabatan PNS yang mengatasnamakan Badan Kepegawaian Negara (BKN).  

"Modusnya dengan cara bujuk rayu, ngiming-imingi dia punya link di BKN sehingga semua korban diminta untuk menyerahkan uang ke Oi. Setelah uang diserahkan, Oi menyerahkan surat pengangkatan dan SK yang dikeluarkan BKN, kita cek ternyata tidak sah, tidak ada SK tersebut," imbuhnya. 

Para korban menyetor uang, setiap orang menyetor mulai dari yang terkecil Rp25 juta dan yang terbesar Rp150 juta. Dari 225 korban tidak ada satu pun yang terwujud bekerja sebagai PNS di bidang yang dijanjikan. Sementara, nilai kerugian yang akibat penipuan ini ditaksir mencapai Rp9,7 miliar. "Kerugiannya Rp9,7 miliar," terang Odie. 

Dalam kesempatan yang sama, salah satu guru SMA Olivia Nathalia (Oi) bernama Agustin juga turut menjadi korban atas aksi penipuan dan penggelapan mengaku, dirinya membawa 16 orang dari keluarganya untuk menjadi PNS seperti yang ditawarkan Oi. 

"Di malam hari dia chat saya menawarkan ada yang mau masuk PNS enggak, saya bilang ada, anak saya. Saya tanya, apakah bisa, dia bilang bisa. Akhirnya saya membawa keluarga saya, keponakan, sepupu, total 16 orang. Di keluarga saya masing-masing membayar Rp30 juta," jelas Agustin. 

Laporan tersebut diterima oleh polisi dengan Nomor Polisi LP/B/4728/IX/SPKT/Polda Metro Jaya tanggal 23 September 2021. Oi dan Raf kenakan dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 dan atau Pasal 263 KUHP.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD