AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Dukung Energi Terbarukan, PLN Siap Kembangkan Pembangkit EBT 1,1 GW di 2022

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Jum'at, 26 November 2021 06:51 WIB
PT PLN (Persero) siap untuk mengembangkan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) hingga 1,19 gigawatt (GW) pada tahun 2022.
Energi Terbarukan (Ilustrasi)
Energi Terbarukan (Ilustrasi)

IDXChannel - PT PLN (Persero) siap untuk mengembangkan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) hingga 1,19 gigawatt (GW) pada tahun 2022.

Direktur Mega Proyek dan EBT PLN Wiluyo Kusdwiharto menjelaskan, PLN akan mengembangkan beberapa proyek EBT pada tahun depan. Proyek-proyek ini sudah tertuang dalam RUPTL 2021-2030. RUPTL Green ini merupakan wujud komitmen PLN dalam menggenjot penggunaan energi bersih.

"Dalam RUPTL kami berkomitmen bahwa penggunaan energi bersih akan lebih banyak. Langkah ini kami lakukan untuk mencapai carbon neutral pada 2060," ujar Wiluyo dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021).

Adapun 21 proyek EBT yang akan dikembangkan oleh PLN tahun depan antara lain, proyek PLTA/M yang tersebar di Sumatera, Sulawesi dan di Jawa. Kapasitas terpasang PLTA/M mencapai sebesar 490 MW, serta proyek PLTP dengan total kapasitas sebesar 195 MW.

"Kami membuka peluang kerja sama seluas luasnya bagi semua pihak yang ingin bekerja sama mengembangkan pembangkit EBT," ungkap Wiluyo.

Selain itu, PLN juga akan mengembangkan PLTBio tersebar dengan kapasitas total hampir 20 MW.

Tak hanya itu, PLN juga menggenjot penggunaan energi surya dengan PLTS di beberapa kepulauan, lokasi tersebar termasuk program konversi PLTD sebesar 500 MW dengan lokasi tersebar, serta pengembangan PLTB.

Sedangkan di tahun ini, akan ada tambahan kapasitas terpasang dari PLTM sebanyak 13 proyek dengan total kapasitas 71,9 MW. Sedangkan ada dua PLTA di Poso Peaker dan Malea di Sulawesi Selatan. Poso Peaker menambah kapasitas terpasang PLTA sebesar 130 MW dan PLTA Malea sebesar 90 MW.

"Kami juga membangun PLTBG yang sudah beroperasi pada tahun ini di Pasir Mandoge dan Arung Dalam dengan masing masing kapasitas 2 MW," papar Wiluyo.

Dalam transisi energi dan mencapai net zero emission, kata Wiluyo, PLN juga melakukan berbagai upaya. Selain menggenjot porsi EBT di pembangkitan, PLN melakukan rencana penghentian PLTU secara bertahap hingga 2050 mendatang.

PLN juga melakukan program co-firing di PLTU yang sudah beroperasi hari ini. Dengan porsi penggunaan pelet yang diolah dari sampah sebesar 10% untuk menggantikan porsi batu bara secara bertahap. "Langkah ini selain untuk menurunkan emisi karbon juga menjadi salah satu cara penyelesaian persoalan sampah di Indonesia," imbuhnya.

Wiluyo menambahkan, PLN telah sukses melakukan uji coba perdagangan emisi karbon di 26 unit PLTU. PLN telah mampu memperdagangkan 42.455 ton CO2 dengan harga rata rata Rp30.000 atau 2 dolar AS per ton CO2.

Pada uji coba perdagangan karbon, PLTU PLN juga telah telah melaksanakan skema offset emisi. Sejauh ini telah terjadi pembelian carbon credit oleh PLTU sejumlah 4.500 ton CO2 dan pembelian unit karbon dari pembukuan penurunan emisi sejumlah 21.654 ton CO2. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD