AALI
12325
ABBA
196
ABDA
0
ABMM
3060
ACES
995
ACST
161
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
655
ADMF
8075
ADMG
180
ADRO
3150
AGAR
330
AGII
2010
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
126
AHAP
62
AIMS
232
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
925
AKRA
1005
AKSI
224
ALDO
900
ALKA
302
ALMI
280
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.20
-1.33%
-7.19
IHSG
6840.78
-1.12%
-77.37
LQ45
1002.57
-1.24%
-12.61
HSI
20470.06
-1.19%
-247.18
N225
27001.52
0.98%
+262.49
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,169 / gram

Dukung Pengalihan Energi Fosil, Sebanyak 187 SPKLU Telah Berdiri di 155 Lokasi

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Rabu, 13 Oktober 2021 16:59 WIB
Pemerintah mengungkapkan 187 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah berdiri dan tersebar di 155 lokasi.
Dukung Pengalihan Energi Fosil, Sebanyak 187 SPKLU Telah Berdiri di 155 Lokasi. (Foto: MNC Media)
Dukung Pengalihan Energi Fosil, Sebanyak 187 SPKLU Telah Berdiri di 155 Lokasi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Dalam mendukung peralihan energi fosil ke listrik, pemerintah mengungkapkan 187 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah berdiri dan tersebar di 155 lokasi.

Hal itu tercatat dalam data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga September 2021. Sementara untuk Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) hingga September 2021 telah terbangun 153 unit yang tersebar di 86 lokasi.

"Per September 2021 sudah ada 187 unit charging station di 155 lokasi. Jadi di satu lokasi ada beberapa unit," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam webinar, Rabu (13/10/2021).

Rida mengatakan, pembangunan SPKLU sudah tersebar di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, dan Pulau Sulawesi.

Secara rinci, sebaran SPKLU berada di DKI Jakarta mencapai 83 unit yang tersebar di 63 lokasi. Kemudian Jawa Tengah dan DIY sebanyak 18 unit yang tersebar di 16 lokasi, Jawa Barat mencapai 29 unit SPKLU yang tersebar di 29 lokasi, Banten mencapai 15 unit di 12 lokasi.

Selanjutnya, Jawa Timur, Bali dan NTB sebanyak 29 unit yang tersebar di 23 lokasi, Sumatera mencapai 7 unit di 7 lokasi, dan Sulawesi mencapai 6 unit di 5 lokasi.

"Memang Pulau Jawa masih dominan. tapi sudah ada di Sumatera hingga paling timur itu ada di Sulawesi. Ini semua bergerak terus karena bisnis ini saling tunggu. Yang beli mobil menunggu SPKLU, yang bangun SPKLU nunggu orang beli mobil dulu," papar Rida.

Rida melanjutkan, dalam percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), Kementerian ESDM telah memiliki payung hukum tersendiri. Aturan ini tercantum dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk KBLBB.

"Dalam permen tersebut mengatur standar dan keselamatan, fasilitas pengisian ulang, dan fasilitas penukaran baterai," jelasnya.

Dalam Grand Strategi Energi Nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 572 unit SPKLU pada tahun 2021, hingga 31.859 unit SPKLU pada tahun 2030. Target SPKLU ini ditujukan agar dapat mengakomodir potensi KBLBB roda empat yang diperkirakan sekitar 2,2 juta unit pada tahun 2030. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD