AALI
9700
ABBA
296
ABDA
5825
ABMM
1370
ACES
1255
ACST
185
ACST-R
0
ADES
3490
ADHI
810
ADMF
7575
ADMG
175
ADRO
2290
AGAR
360
AGII
1430
AGRO
1280
AGRO-R
0
AGRS
150
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
172
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
705
AKSI
675
ALDO
1380
ALKA
300
ALMI
288
ALTO
252
Market Watch
Last updated : 2022/01/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.71
-0.11%
-0.57
IHSG
6601.76
0.01%
+0.95
LQ45
945.99
-0.09%
-0.87
HSI
23601.98
-2.83%
-687.92
N225
26170.30
-3.11%
-841.03
NYSE
16236.51
-0.64%
-103.81
Kurs
HKD/IDR 1,844
USD/IDR 14,383
Emas
838,337 / gram

Dukung Transisi Energi, Pertamina dan ExxonMobil Teken Kerja Sama Bisnis

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 23 September 2021 22:26 WIB
PT Pertamina (Persero) mengantisipasi transisi energi menuju net zero melalui kesepakatan kerjasama dengan ExxonMobil Indonesia.
Dukung Transisi Energi, Pertamina dan ExxonMobil Teken Kerja Sama Bisnis(Dok.MNC Media)
Dukung Transisi Energi, Pertamina dan ExxonMobil Teken Kerja Sama Bisnis(Dok.MNC Media)

IDXChannel - PT Pertamina (Persero) tancap gas dalam mengembangkan bisnis di sektor hulu hingga hilir demi memenuhi kebutuhan energi nasional dan mengantisipasi transisi energi menuju net zero melalui kesepakatan kerjasama dengan ExxonMobil Indonesia.

Perseroan pun sudah melakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama dengan ExxonMobil Indonesia sejak Jumat 17 September 2021. 

Menteri BUMN Erick Thohir menyambut positif kerjasama ini. Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan langkah nyata dan kolaboratif untuk menjawab tantangan transisi energi yang sudah memasuki fase akselerasi dekarbonisasi menuju net-zero. 

"Saya menyambut baik penguatan kerjasama Pertamina dengan ExxonMobil Indonesia ini, juga dukungan yang diberikan Ibu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Ini tidak bisa dilakukan sendiri, perlu dukungan dan kerjasama dengan berbagai pihak," ujar Erick, Kamis (23/9/2021). 

Dalam kesepakatan ini, kedua perusahaan memberikan dukungan kepada afiliasi bisnis untuk melakukan sinergi dan kolaborasi yang saling menguntungkan. 

Beberapa potensi kerjasama skala global multi-tahun telah teridentifikasi. Potensi tersebut antara lain pengembangan riset dan teknologi migas di sektor hulu dan hilir, termasuk melakukan kajian dalam pengembangan dan penerapan teknologi rendah karbon, juga kerjasama lain untuk meningkatkan value perusahaan masing-masing di berbagai mata rantai bisnis hilir migas.

Potensi pengembangan kolaborasi lainnya antara lain pengembangan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) untuk menekan emisi karbon dan sebagai bagian dari upaya Enhance Oil and Gas Recovery di sumur-sumur Pertamina untuk meningkatkan produksi migas negara.

Senada, Wakil Menteri BUMN I, Pahala N. Mansury mencatat, setelah 1971 Pertamina dan ExxonMobil sudah memiliki kerjasama strategis pada sisi Upstream, kali ini dilakukan penandatanganan pada Downstream atau hilirisasi dengan ExxonMobil agar Indonesia mendapatkan akses infrastruktur energi yang baik kedepannya.

”Kolaborasi ini, khususnya diharapkan dapat mendorong penguatan hilirisasi industri migas terutama terkait pemanfaatan teknologi ExxonMobil untuk Pertamina dalam meningkatkan kapabilitas kilang, petrokimia, lubricant, dan produk turunan lainnya, serta memperluas akses pasar turunan produk migas," ungkap dia. 

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menambahkan, kerjasama juga akan dikembangkan pada kolaborasi pada penanganan isu global terkait penyelamatan lingkungan melalui studi bersama dan peluang bisnis dalam teknologi rendah karbon termasuk Carbon Capture, Utilization and Storage.

Kerjasama ini juga sejalan dengan aspirasi global Pertamina pada aspek Environment, Social, and Governance.

“Saat ini kolaborasi CCUS sedang dalam pembahasan lebih lanjut dan diharapkan dapat merepresentasikan kolaborasi G2G untuk tujuan yang lebih besar dan saling menguntungkan,” pungkas Nicke. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD