AALI
9975
ABBA
300
ABDA
6550
ABMM
1400
ACES
1270
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3430
ADHI
835
ADMF
7600
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
362
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1285
ALKA
304
ALMI
0
ALTO
256
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.35
-1.24%
-6.36
IHSG
6662.67
-0.95%
-63.70
LQ45
948.48
-1.18%
-11.28
HSI
24709.09
-1.03%
-256.46
N225
27446.70
-0.28%
-75.56
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
846,663 / gram

Efektivikasi Vaksin Covid-19 Terhadap Varian Omicron Masih Tahap Penelitian

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Selasa, 30 November 2021 10:07 WIB
Peneliti di Afrika Selatan pun kini tengah menguji vaksin yang ada sekarang apakah tetap mampu melawan varian Omicron atau tidak.
Efektivikasi Vaksin Covid-19 Terhadap Varian Omicron Masih Tahap Penelitian (FOTO:MNC Media)
Efektivikasi Vaksin Covid-19 Terhadap Varian Omicron Masih Tahap Penelitian (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Belakang ini, masyarakat dunia dibuat cemas oleh varian baru covid bernama omicron. Pada beberapa kasus global, varian Omicron berhasil mengalahkan tubuh manusia yang sudah divaksin dua dosis. Artinya, varian dengan kode B.1.1.529 tersebut cukup kuat. 

Karakteristik lain dari varian yang diidentifikasi pertama kali di Afrika Selatan tersebut ialah memiliki mutasi yang sangat banyak dan dipercaya menyebar lebih mudah ke manusia.   

Peneliti di Afrika Selatan pun kini tengah menguji vaksin yang ada sekarang apakah tetap mampu melawan varian Omicron atau tidak. 

Profesor Penny Moore dari University of the Witwatersrand dan National Institute for Communicable Disease di Afrika Selatan mengatakan bahwa 'pseudovirus' atau virus yang tidak berbahaya dan tidak bereplikasi akan direkayasa serupa dengan mutasi Omicron. 

Dari situ, penelitian akan dilakukan dengan memasukkan pseudovirus tersebut ke tubuh orang yang sudah divaksin lengkap dan penyintas Covid-19 untuk melihat apakah pseudovirus yang bertemu dengan antibodi dapat menetralkan virus atau tidak. 

Uji laboratorium melibatkan beberapa vaksin Covid-19 yang kini tersedia meliputi Pfizer, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson. Sementara itu, tes pada plasma darah pasien pulih akan membantu menjelaskan risiko ulang dari Omicron. 

"Laporan awal dari Afrika Selatan menunjukkan bahwa infeksi ulang banyak terjadi pada mereka yang terpapar Omicron dibandingkan paparan varian Delta. Namun, masih perlu banyak data untuk memastikannya," papar laporan The Guardian, dikutip MNC Portal, Selasa (30/11/2021). 

Studi ini diharapkan hasilnya keluar 2 minggu mendatang, menjelaskan apakah vaksin yang 'ready' saat ini mampu melawan Omicron atau tidak. Jika tidak, tentunya perlu dilakukan pembuatan ulang vaksin supaya bekerja sangat baik melawan Omicron. 

Di sisi lain, peneliti di Institut Penelitian Kesehatan Afrika di Durban tengah meneliti lebih lanjut soal varian Omicron yang diambil langsung dari tubuh orang yang terinfeksi baru-baru ini di Gauteng, Afrika Selatan. Virus Omicron yang terkumpul nantinya akan diuji langsung pada plasma orang yang sudah divaksin ataupun orang yang sembuh dari Covid-19.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD