sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Efisiensi Rantai Distribusi Pangan Berpotensi Dongkrak Kesejahteraan Petani

Economics editor Tangguh Yudha
09/05/2026 16:00 WIB
Rantai distribusi pangan yang panjang dan belum efisien menjadi salah satu penyebab utama terjadinya ketimpangan.
Efisiensi Rantai Distribusi Pangan Berpotensi Dongkrak Kesejahteraan Petani. (Foto: Inews Media Group)
Efisiensi Rantai Distribusi Pangan Berpotensi Dongkrak Kesejahteraan Petani. (Foto: Inews Media Group)

Rantai nilai pangan merupakan rangkaian proses yang dilalui produk sejak diproduksi di tingkat petani hingga sampai ke tangan konsumen. Di Indonesia, proses ini masih sangat panjang karena melibatkan banyak perantara dari hulu hingga hilir.

Akibatnya, petani kerap menerima harga jual yang rendah, sementara harga pangan di tingkat konsumen tetap tinggi. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena mayoritas pelaku usaha di sektor pertanian merupakan petani skala kecil.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, petani skala kecil di Indonesia hidup dengan pendapatan kurang dari Rp75.000 per hari.

Monik menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian masih sangat terbatas. Hanya sekitar 5,4 persen petani yang menggunakan internet untuk mendistribusikan hasil panennya.

“Sebagian besar pelaku usaha tani masih bergantung pada mekanisme konvensional yang minim transparansi dan akses pasar. Keterbatasan ini menghambat aliran informasi harga dan permintaan, sekaligus memperlemah integrasi antar pelaku dalam rantai pasok,” ucap Monik.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement