Di tempat lain, tantangan bervariasi menurut wilayah. Di Eropa, pertumbuhan yang lambat dan kekhawatiran inflasi yang meningkat meningkatkan risiko stagflasi. Sementara itu, ekonomi India dan Amerika Serikat diperkirakan tetap relatif tangguh, didukung oleh permintaan domestik dan investasi yang kuat.
Pasar keuangan juga diperkirakan menjadi lebih fluktuatif. Hampir 80 persen ekonom yang disurvei memperkirakan gejolak yang lebih besar di pasar utang swasta selama setahun ke depan.
Sekitar tiga per empat memperkirakan volatilitas di pasar utang publik meningkat, sementara 68 persen mengantisipasi fluktuasi yang lebih besar di pasar ekuitas.
Terlepas dari prospek ekonomi yang tidak pasti, optimisme terkait sektor kecerdasan buatan (AI) tetap kuat.
Sekitar 92 persen responden memperkirakan adopsi AI terus berkembang selama setahun ke depan. Namun, para ekonom menjadi lebih berhati-hati tentang seberapa cepat AI dapat memberikan peningkatan produktivitas yang signifikan. (Wahyu Dwi Anggoro)