sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ekonom Ungkap Penurunan Harga Minyak Bukan Faktor Satu-satunya Penguatan Rupiah

Economics editor Rohman Wibowo
17/07/2026 14:48 WIB
Dia mengingatkan agar pasar tidak terjebak dalam narasi bahwa faktor eksternal menjadi satu-satunya pendongkrak kurs rupiah.
Ekonom Ungkap Penurunan Harga Minyak Bukan Faktor Satu-satunya Penguatan Rupiah. (Foto Istimewa)
Ekonom Ungkap Penurunan Harga Minyak Bukan Faktor Satu-satunya Penguatan Rupiah. (Foto Istimewa)

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menekankan soal penurunan harga minyak mentah memang memberikan angin segar bagi posisi fiskal negara. Namun, dia mengingatkan agar pasar tidak terjebak dalam narasi bahwa faktor eksternal menjadi satu-satunya pendongkrak kurs rupiah.

"Faktor global merupakan salah satu faktor yang menyebabkan rupiah bergerak menguat atau melemah. Faktor global yang menurun tensi perang di timur tengah, bisa menurunkan harga minyak global. Beban APBN bisa menurun, yang pada akhirnya menguatkan rupiah karena ada aliran masuk dari investor luar," ujarnya kepada IDX Channel, Jumat (17/7/2026).

Nilai tukar rupiah di pasar spot bergerak tipis di awal perdagangan hari ini, Jumat (17/7/2026), dengan dibuka di level Rp17.982 per USD. Seturut itu, harga minyak mentah dunia bergerak di angka USD85 per barel, setelah sempat menyentuh USD100 per barel. 

Menurut Nailul, stabilitas nilai tukar rupiah ke depan akan sangat bergantung pada disiplin pemerintah dalam menjaga postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dia memperingatkan, pengelolaan fiskal yang tidak hati-hati berpotensi memicu pelarian modal asing atau capital outflow dan menekan kembali nilai tukar rupiah.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement