AALI
9800
ABBA
232
ABDA
5900
ABMM
2230
ACES
770
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6675
ADHI
770
ADMF
8025
ADMG
174
ADRO
2860
AGAR
320
AGII
2150
AGRO
705
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
56
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
148
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1490
AKRA
1030
AKSI
288
ALDO
850
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/06/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
529.22
-0.37%
-1.96
IHSG
6911.58
-0.44%
-30.77
LQ45
991.94
-0.38%
-3.77
HSI
21859.79
-0.62%
-137.10
N225
26393.04
-1.54%
-411.56
NYSE
0.00
-100%
-14667.32
Kurs
HKD/IDR 1,896
USD/IDR 14,890
Emas
868,358 / gram

Ekonomi Amerika Latin Anjlok, Erick Thohir Minta Indonesia Waspada!

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Rabu, 01 Desember 2021 14:34 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menilai Indonesia perlu belajar dengan merosotnya makro ekonomi Amerika Latin.
Ekonomi Amerika Latin Anjlok, Erick Thohir Minta Indonesia Waspada!
Ekonomi Amerika Latin Anjlok, Erick Thohir Minta Indonesia Waspada!

IDXChannel - Menteri BUMN Erick Thohir menilai Indonesia perlu belajar dengan merosotnya makro ekonomi Amerika Latin. Proses belajar itu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri hingga 2045 mendatang. 

Menurut Erick, merosotnya ekonomi Amerika Latin disebabkan ekosistem investasi yang kurang dimaksimalkan otoritas setempat. Padahal, Amerika Latin menjadi salah satu benua yang diproyeksi memiliki kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Perkaranya, saat bonus demografi terjadi, benua tersebut justru mengalami pemerosotan teknologi, sumber daya manusia (SDM) hingga research and development (R&D). 

"Akhirnya ketika bonus demografi, bonus pertumbuhan itu terjadi, tidak ada investasi baru. Dalam arti apa investasi? Tidak membangun ekosistem yang sehat. Pabrikan yang modern dan juga SDM-nya yang sangat tertinggal dan tidak ada juga penguatan R&D. Itulah yang kita lihat Amerika latin yang sekarang terus merosot," ujar Erick, Rabu (1/12/2021). 

Indonesia, kata Erick, tengah menghadapi tekanan dan tuntutan yang sama saat ini. Karena itu, dia meminta agar semua pihak tetap membangun komitmen yang sama dan bergotong royong untuk mendorong makro ekonomi dalam negeri. Khususnya, di saat pandemi Covid-19

"Bagaimana kita luar biasa ketika seluruh bangsa-bangsa di dunia mencemoohkan. Kita tidak mampu menangani Covid, tetapi kenyataannya dengan komitmen, kita bergotong royong, sekarang kita adalah salah satu negara yang bisa menangani Covid dengan baik dan juga pertumbuhannya tetap baik," tutur dia. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD