AALI
8375
ABBA
570
ABDA
0
ABMM
1470
ACES
1330
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2880
ADHI
885
ADMF
7650
ADMG
216
ADRO
1330
AGAR
370
AGII
1295
AGRO
2340
AGRO-R
0
AGRS
252
AHAP
65
AIMS
338
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
745
ALKA
240
ALMI
230
ALTO
304
Market Watch
Last updated : 2021/09/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
454.11
-1.07%
-4.91
IHSG
6097.91
-0.58%
-35.34
LQ45
853.27
-1.06%
-9.17
HSI
24345.22
-2.31%
-575.54
N225
30500.05
0.58%
+176.75
NYSE
16460.35
-0.7%
-116.45
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,230
Emas
801,690 / gram

Ekspor Tembus USD12 Miliar, Kemenperin Fokus Substitusi Impor Sektor ILMATE

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 11 Juni 2021 14:27 WIB
Kementerian Perindustrian terus memacu sektor ILMATE agar dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi perekonomian nasional.
Ekspor Tembus USD12 Miliar, Kemenperin Fokus Substitusi Impor Sektor ILMATE. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Perindustrian terus memacu sektor industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika (ILMATE) agar dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi perekonomian nasional. Berbagai program dan kebijakan telah dijalankan guna mendongkrak performa sektor strategis tersebut.
 
“Kinerja ekspor dari sektor ILMATE masih menjadi primadona di tengah situasi yang tidak menentu akibat pandemi Covid-19. Diharapkan, kontribusinya mampu mengakselerasi upaya pemulihan ekonomi nasional,” kata Direktur Jenderal ILMATE Kemenperin, Taufiek Bawazier dalam keterangan resminya, Kamis (10/6/2021).
 
Pada triwulan I tahun 2021, nilai ekspor sektor ILMATE menembus angka USD12,4 miliar, naik sebesar 27% dibandingkan nilai pengapalan tahun sebelumnya yang mencapai USD9,7 miliar. Selain itu, nilai investasi sektor ILMATE juga terus menunjukkan tren positif, dengan nilai penanaman modal periode triwulan I-2021 sebesar Rp40,361 triliun.
 
“Industri logam masih menjadi kontributor terbesar, baik dalam nilai ekspor dan nilai investasi, dengan nilai ekspor USD5,6 miliar dan nilai investasi sebesar Rp27,68 triliun,” ungkap Taufiek.
 
Menurutnya, guna membangkitkan kembali gairah usaha para pelaku industri di tanah air, Kemenperin telah mengeluarkan jurus substitusi impor 35% pada tahun 2022. Langkah ini dijalankan secara simultan dengan peningkatan utilisasi produksi, mendorong pendalaman struktur industri, dan peningkatan investasi.
 
“Sektor ILMATE sendiri memiliki target untuk menurunkan impor sebesar Rp37,28 triliun hingga tahun 2022, dari total 106 nomor HS (komoditi), mulai dari logam, kendaraan bermotor, sepeda, peralatan elektronik maupun alat kesehatan,” sebut Taufiek. Pada tahun 2020, penurunan impor di sektor ILMATE mencapai Rp21,01 triliun.
 
Adapun beberapa langkah strategis yang sedang diupayakan oleh Kemenperin untuk memacu substitusi impor tersebut, antara lain terkait Minimum Import Price (MIP), kuota impor maupun perizinan impor. Kemudian, penerapan Pre-Shipment Inspection pada produk impor, serta pengaturan entry point pelabuhan untuk komoditi tertentu, dan diarahkan ke Pelabuhan di luar Jawa. (SNP)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD