Akibatnya, lanjut Bustanul, harga beras dunia juga naik sangat tinggi, melebihi USD620/ton untuk beras medium dan US$ 680/ton untuk beras premium. Ini merupakan rekor tertinggi, bahkan melebih harga ketika krisis pangan 2008.
"Saya dan beberapa analis telah menyampaikan sejak 2023, mengingatkan Pemerintah untuk mengantisipasi kekeringan ekstrem ini. Kita paham, pada tahun 2023 ini terlalu banyak peristiwa terjadi pada saat yang bersamaan, Terutama peristiwa politik, hukum, dan lan-lain yang menurut saya mengganggu kinerja implementasi kebijakan pangan dan ekonomi lainnya," tutur Bustanul.
Ia pun memperkirakan, harga beras ini akan tetap tinggi hingga musim panen April 2024.
"Apakah beras impor yang hampir mencapai 3 juta ton itu menolong stabilisasi harga? Ada, sedikit. Setidaknya, beras impor dapat digunakan untuk bansos yang dibagikan kepada KPM (kelompok penerima manfaat), bahkan dirapel pada Januari-Februari kemarin," pungkasnya. (NIA)