AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Enam Subholding Diresmikan, Erick Thohir Incar Pendapatan Pertamina Tembus Rp1.323 Triliun pada 2024

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Rabu, 15 September 2021 14:32 WIB
BUMN menargetkan pendapatan Pertamina (Persero) pada 2024 mencapai 93 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp1.323 triliun.
Enam Subholding Diresmikan, Erick Thohir Incar Pendapatan Pertamina Tembus Rp1.323 Triliun pada 2024 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Kementerian BUMN menargetkan revenue atau pendapatan PT Pertamina (Persero) pada 2024 mencapai 93 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp1.323 triliun.  

Adapun untuk profit perusahaan diproyeksi mencapai 8 miliar dolar AS atau Rp 113 triliun. Sementara, Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) berada di level 21,5 persen.  

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut target itu usai pemegang saham dan manajemen membentuk 6 subholding yang ditandai dengan selesainya proses restrukturisasi melalui penandatanganan sejumlah dokumen legal (legal end-state) sejak awal September 2021 lalu. 

Adapun enam subholding yang diresmikan adalah Upstream, Refining dan Petrochemical, Commercial and Trading, Gas, Integrated Marine Logistics, dan Power and New Renewable Energy. 

"Kita tarik jangka panjang nanti di 2024 revenue pertamina, ya tentu kita harus kerja keras ya, itu kurang lebih 93 miliar dolar AS dan EBITDA-nya 21,5, dan profitnya kurang lebih 8 miliar dolar AS," ujar Erick dalam program Special Dialogue IDX Channel, Rabu (15/9/2021).  

Saat ini, pemegang saham terus mendorong Pertamina untuk memperbaiki pola operasionalnya agar dapat mengejar target di 2024 atau setelah pandemi Covid-19.  

"Jadi saya rasa valuasi yang disampaikan adalah sesuatu valuasi yang memang wajar, tetapi kita perlu kerja keras, dalam arti pada saat transisi yang terjadi pasca Covid," katanya.  

Pertamina pun menargetkan nilai pasar enam subholding mencapai 100 miliar dolar AS atau setara Rp 1,419 triliun, hingga Global Energy Champion pada tahun 2024. Erick meyakini Indonesia memiliki perusahaan yang bisa mencapai valuasi di angka 100 miliar dolar AS. Hal itu bisa dilakukan bila langkah transformasi benar-benar dilakukan perseroan.  

"Kita bisa, dan saya yakin legacy ini untuk kita semua. Saya memastikan transformasi akan tetap berjalan, karena ini bagian terpenting buat kita sebagai bangsa besar. Tidak mungkin kita akan terus menjadi bangsa besar kalau tidak ada ketahanan energi,” ungkapnya. 

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD