Penjualan terbaru ini mencakup terminal Penjuru milik Chevron serta fasilitas pelumas di Singapura, dengan kapasitas penyimpanan sekitar 400.000 meter kubik (sekitar 2,5 juta barel minyak).
Mengambil alih terminal bahan bakar di salah satu pusat penyimpanan dan blending minyak terbesar dunia akan memperluas kemampuan trading Eneos, khususnya untuk bahan bakar olahan, menurut analis.
“Ini akan menjadi langkah strategis penting bagi Eneos untuk mengembangkan bisnis downstream, mengingat pasar domestik Jepang sudah jenuh dan diperkirakan akan menurun,” kata analis Wood Mackenzie, Sushant Gupta, merujuk pada penurunan permintaan jangka panjang di Jepang akibat populasi yang menyusut.
Bukan hanya kilangnya, tetapi aset-aset pendukung lainnya yang membuat kesepakatan ini semakin menarik.
(NIA DEVIYANA)