AALI
9350
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
715
ACST
170
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8150
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
117
AHAP
82
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1190
AKSI
272
ALDO
770
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
533.24
-0.72%
-3.85
IHSG
7057.29
-0.64%
-45.59
LQ45
1002.03
-0.66%
-6.67
HSI
19496.09
-2.54%
-507.35
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 1,894
USD/IDR 14,872
Emas
855,441 / gram

Erick Thohir Minta Investasi IBH Terintegrasi Hulu ke Hilir

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 04 Maret 2021 11:45 WIB
Erick Thohir Minta Investasi IBH Terintegrasi Hulu ke Hilir
Erick Thohir Minta Investasi IBH Terintegrasi Hulu ke Hilir. (Foto: MNC Media)
Erick Thohir Minta Investasi IBH Terintegrasi Hulu ke Hilir. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat Indonesia Battery Corporation atau holding Electric Vehicle (EV) Battery akan terus melakukan investasi secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Industri tersebut akan dikelola oleh Indonesia Battery Holding (IBH) yang terdiri dari satu konsorsium diantaranya PT Indonesia Asahan Aluminium alias Inalum atau MIND ID, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam, PT PLN (Persero), dan PT Pertamina (Persero). 

"Diharapkan Indonesia Baterai Corporation tersebut akan melakukan investasi secara terintegrasi dari hulu ke hilir, sehingga Indonesia diharapkan memiliki industri baterai yang terintegrasi," ujar Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury, di Jakarta, Kamis (4/2/2021). 

Ada dua alasan utama Kementerian BUMN menargetkan investasi besar-besar IBH dalam pengembangan industri baterai untuk kendaraan listrik tersebut. Pertama adalah sumber daya alam (SDA) di dalam negeri dinilai mumpuni, seperti nikel yang menjadi bahan dasar produksi baterai. 

Kedua, target tersebut seiring dengan ambisi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar kelima di Dunia pada 2040 mendatang. "Indonesia tidak hanya memiliki pasarnya, karena akan menjadi negara dengan perekonomian nomor lima terbesar di dunia pada tahun 2040-an nanti. Bukan hanya itu, kita juga memiliki sumber daya alam yang dibutuhkan untuk memproduksi baterainya," kata dia. 

Dalam gelaran gelaran Prospek BUMN 2021 sebagai Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Pahala mengingatkan bahwa peran BUMN di masa krisis sangat strategis. Dia menegaskan, seluruh perseroan negara harus mampu mendorong proses ekonomi untuk masuk pada tahapan recovery melalui berbagai kegiatan investasi dan penggarapan sejumlah Proyek Strategi Nasional (PSN).

"Kita pun berharap melalui BUMN kita akan mampu mengembangkan bisnis model yang baru untuk melakukan kegiatan ekonomi bukan hanya di jangka pendek, tapi jangka menengah panjang," tutur dia. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD