AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

Erick Thohir Sebut Kasus Garuda Indonesia Berdampak pada Sektor Pariwisata dan UMKM

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 27 Januari 2022 10:50 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menilai permasalahan PT Garuda Indonesia Tbk, berdampak luas pada sektor lainnya. Dua diantaranya, sektor pariwisata dan UMKM. 
Garuda Indonesia (Ilustrasi)
Garuda Indonesia (Ilustrasi)

IDXChannel - Menteri BUMN Erick Thohir menilai permasalahan PT Garuda Indonesia Tbk, berdampak luas pada sektor lainnya. Dua diantaranya, sektor pariwisata dan UMKM. 

Menurutnya, permasalahan Garuda tidak saja terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pesawat hingga perkara utang emiten yang mencapai Rp189 triliun. Tetapi, permasalahan itu sudah menjadi ekosistem lantaran berdampak pada sektor bisnis lainnya. 

"Garuda ke depan tidak lagi melakukan, tadi,  karena tidak ada tata kelola yang baik, maka efeknya ke tiket mahal. Terjadi monopoli tiket, jadi ini bukan sekadar pesawat, ini ekosistem," ujar Erick dikutip Kamis (27/1/2022). 

Erick Thohir mewanti-wanti terjadinya monopoli penerbangan nasional oleh salah satu industri penerbangan. Dominasi bisnis itu bisa terjadi bila restrukturisasi utang Garuda Indonesia tidak segera dilakukan.

Saat ini, proses restrukturisasi dan negosiasi utang emiten pelat merah sebesar Rp189 triliun melalui skema Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) masih berjalan. 

"Nah sama, kasus Garuda adalah kasus yang sudah lama juga, tetapi permasalahannya kita rela nggak kalau Garuda ini tidak diselesaikan akhirnya ada monopoli penerbangan nasional," kata dia. 

Erick berhitung, monopoli oleh salah satu perusahaan penerbangan nasional akan berdampak pada sejumlah sektor bisnis. Dimana, tidak berkembangnya sektor pariwisata hingga tidak ada tempat baru bagi usaha UMKM

"(Monopoli penerbangan) yang akhirnya tiketnya jadi mahal, kalau tiketnya jadi mahal berarti industri pariwisata tidak berkembang, kalau industri pariwisata tidak berkembang, umkm juga tidak punya tempat untuk penghasilan baru," kata dia.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD